Ketua LKAAM Sumbar Ingatkan Anak Kemanakan Sampaikan Aspirasi Tanpa Rusuh

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar

PADANG, KP – Aksi massa yang terjadi di sejumlah daerah termasuk Sumatera Barat (Sumbar) memicu kekhawatiran Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar. Kekhawatiran ini muncul setelah melihat beberapa aksi berujung anarkis, seperti perusakan dan penjarahan fasilitas umum maupun pribadi.

Situasi ini menurut ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, tidak sebaiknya dicontoh oleh anak kemanakan di Minangkabau. “Penyampaian aspirasi menurut saya adalah hal yang wajar dan kami niniak mamak mendukung itu,” ujarnya dikutip dari TribunPadang.com, Minggu (31/8).

Ia menilai, penyampaian aspirasi di negara demokrasi juga dijamin oleh pemerintah, baik melalui aksi damai, demonstrasi, bahkan panggung rakyat atau sebagainya. Malah jika penyampaian aspirasi sudah dilarang, ia menilai ada yang salah dalam negara demokrasi. “Kalau tidak boleh menyampaikan aspirasi, kami niniak mamak pun akan berdiri paling depan untuk memastikan semua keluh kesah masyarakat sampai ke pemerintah,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berharap penyampaian aspirasi harus tetap pada substansi-nya, tidak tersulut atau terprovokasi hingga melakukan perusakan bahkan penjarahan.

Bagi Fauzi Bahar, tindakan tersebut nantinya hanya akan merugikan masyarakat sendiri, mengingat sejumlah fasilitas yang rusak berasal dari uang rakyat dan akan diperbaiki melalui uang rakyat.

Selain itu, gerakkan yang tidak subtantif menurutnya juga akan berujung pada adu fisik antara anak dan kemanakan itu sendiri. “Kalau gerakkan berujung chaos, yang akan bergesakkan itu antara kita dan kita saja. Polisi itu orang sini, terkadang mereka saudara atau mamak kamanakan kita juga,” tuturnya.

Ia berharap gerakan yang fokus pada tujuan awal pasti akan berjalan sesuai koridor, sehingga tidak ada yang dirugikan. Melihat situasi yang terjadi saat ini, Fauzi Bahar berharap kejadian 1998 tidak terulang lagi, menurutnya pemerintah harus segera hadir menanggapi tuntutan masyarakat. “Kalau dibiarkan dan terus meruncing kejadian 1998 bisa terulang. Kalau sudah terulang negara bisa kolabs, masyarakat mencari nafkah tidak bisa, beribadah juga terganggu,” ujarnya

Pesan serupa juga ia tujukkan pada anak kamanakan yang berada di perantauan di lokasi tempat aksi massa masih terjadi. Ia berharap para perantau tidak terjerumus pada tindakkan yang merugikan diri sendiri.

“Di tengah kondisi ekonomi saat ini mencari makan saja sulit, jadi jangan sampai membuat keluarga dan saudara kita cemas akan perbuatan di perantauan,” ujarnya. Ia berdoa semoga seluruh anak kamanakan dijauhkan dari segala hal buruk dalam kondisi seperti ini.

Di luar situasi yang terjadi ini, Fauzi Bahar sangat yakin bahwa orang minang tidak akan mudah terpancing dan akan tetap berpikir jernih dalam setiap melakukan tindakkan.(trb)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau