PADANG, KP — Komunitas Intelektuli merilis video animasi cerita rakyat Minangkabau dalam bahasa isyarat, yang kini dapat diakses di situs Intelektuli.id. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan penyandang disabilitas, khususnya penyandang rungu, dalam memahami kearifan lokal dan budaya Minangkabau.
Ketua Tim Peneliti, Herry Nur Hidayat mengungkapkan, gagasan ini tercetus setelah timnya berinteraksi dengan penyandang disabilitas rungu di Sumatera Barat, yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi tentang sejarah, adat, dan budaya Minangkabau.
“Minimnya pemahaman budaya Minangkabau di kalangan penyandang rungu disebabkan oleh keterbatasan pendengaran yang mereka miliki,” ujar Herry, dikutip dari infopublik.id, Sabtu (9/11).
Ia menjelaskan, dalam proses pembuatan animasi ini, tim bekerja sama dengan juru bahasa isyarat untuk memastikan cerita tersampaikan secara akurat dan mudah dipahami.
“Kami ingin animasi ini dapat dinikmati oleh teman-teman tuli, sehingga setiap peristiwa dalam cerita dibuat secara jelas,” tuturnya.
Ia menambahkan, animasi ini dirancang sederhana agar mudah dipahami, khususnya oleh anak-anak.
Nabila Hafifah, seorang penyandang disabilitas rungu, menyambut baik inovasi ini. Ia sering mencari cerita rakyat Minangkabau di internet, namun akses yang mudah masih menjadi kendala.
“Pengalaman pertama saya mengetahui cerita rakyat tentang Malin Kundang sangat seru dan menegangkan. Dengan adanya animasi ini, informasi menjadi lebih mudah diakses,” ungkap Nabila. (ip)