Kondisi Kelok 10 Kian Parah, Nofrizon Suarakan Aspirasi Warga Agam

Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar, Nofrizon.

PADANG, KP – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Nofrizon, menyuarakan keresahan masyarakat Kabupaten Agam terkait kondisi Jalan Kelok 10 di kawasan Kelok 44 yang memprihatinkan dan nyaris ambruk. Ia menyampaikan aspirasi tersebut melalui interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar, Senin (6/7).

Nofrizon yang juga berasal dari daerah pemilihan Agam menegaskan, masyarakat meminta dirinya menyampaikan langsung kepada Gubernur Sumbar agar segera meninjau kondisi jalan tersebut karena kerusakannya semakin parah dan mengancam keselamatan warga yang melintas.

“Masyarakat Agam meminta saya menyampaikan langsung kepada Bapak Gubernur terkait kondisi Jalan Kelok 10 yang saat ini sudah sangat parah dan nyaris ambruk,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah provinsi belum maksimal menangani kerusakan ruas Jalan Padang Luar–Simpang Manggopoh, khususnya di sejumlah titik rawan seperti Kelok 8, Kelok 10, hingga Kelok 43. Namun, menurutnya, kondisi paling mengkhawatirkan saat ini berada di Kelok 10.

“Kondisi badan jalan di Kelok 10 hanya tersisa sekitar dua meter. Pada musim hujan seperti sekarang, kondisinya sangat rawan. Kendaraan tronton tidak bisa lagi melintas. Hanya kendaraan kecil seperti L300 dengan kapasitas muatan terbatas yang masih bisa lewat,” katanya.

Nofrizon menjelaskan, ruas Jalan Kelok 44, khususnya Kelok 10, merupakan jalur vital sekaligus urat nadi perekonomian. Jalur ini menghubungkan Padang dengan Agam, Tiku, Sungai Limau, Lubuk Basung hingga Pasaman Barat, serta menjadi lintasan distribusi berbagai komoditas seperti jagung, padi, kelapa, ikan, dan hasil pertanian lainnya.

“Aktivitas lalu lintas di ruas ini jauh lebih padat dibandingkan ruas Sicincin–Malalak. Karena itu, pemerintah harus memprioritaskan penanganan jalan ini,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar turun langsung meninjau lokasi tanpa pengawalan agar dapat merasakan kondisi yang dihadapi warga setiap hari.

“Masyarakat meminta kami mengundang Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur melewati sendiri jalur Padang Luar menuju Lubuk Basung tanpa pengawalan, bersama keluarga dan anak-anaknya. Rasakan bagaimana kondisi psikologis masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut,” ujarnya.

Menurut Nofrizon, jika akses Jalan Kelok 10 terputus, dampaknya akan sangat besar terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok di wilayah Agam dan Pasaman Barat.

Ia juga menilai penanganan selama ini belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen karena kerusakan terus berulang setiap musim hujan.

“Persoalan ini tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Ibarat orang sakit, tidak cukup lagi diberi obat generik, tetapi membutuhkan penanganan khusus. Jika akses ini putus, masyarakat terpaksa memutar jauh melalui Maninjau menuju Lubuk Basung,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armiz, mengatakan pemerintah provinsi telah melakukan penanganan darurat di ruas Jalan Kelok 10 sejak dua hari terakhir.

Ia menjelaskan, pihaknya menjadwalkan pemasangan sand bag hari ini sebagai langkah penanganan sementara untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

“Penanganan sementara sudah kami lakukan sejak dua hari lalu. Hari ini kami akan memasang sand bag untuk memperkuat bagian jalan yang terdampak,” ujar Armiz.

Ia menambahkan, pemerintah masih menunggu ketersediaan anggaran untuk penanganan permanen melalui mekanisme Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) maupun sumber pendanaan lainnya.

“Untuk penanganan permanen, kami masih menunggu ketersediaan anggaran melalui R3P dan usulan pendanaan lainnya,” katanya.

Related posts

Percepatan Bantuan Rumah Rusak Dikebut, Huntap Ditarget Rampung 2027

Rancangan KUA-PPAS 2027 Disampaikan, DPRD Sumbar Dorong Sinkronisasi Pembangunan dan Pemulihan Daerah

DPRD Payakumbuh Tegaskan Belum Terima Pembahasan Ranperda Simplifikasi Tiga Perda