BUKITTINGGI, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi sukses menyelenggarakan debat publik putaran pertama pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Debat yang penuh dengan pertanyaan tajam ini dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Bukittinggi, Sabtu (9/11).
Debat publik yang dipandu oleh moderator Adil Mubarak dan Maiza Elvira dari kalangan akademisi tersebut berjalan aman, lancar, dan sukses dari awal hingga akhir acara.
Adapun paslon yang mengikuti debat publik terbuka ini adalah empat pasangan calon, yakni paslon nomor urut 1, H. Buya Marfendi-Fauzan Haviz; paslon nomor urut 2, Nofil Anoverta-Frisdoreja; paslon nomor urut 3, Erman Safar-Heldo Aura; dan paslon nomor urut 4, Ramlan Nurmatias-Ibnu Asis.
Ketua KPU Kota Bukittinggi, Satria Putra, mengatakan bahwa debat publik berlangsung dalam enam segmen. Pada segmen pertama, masing-masing paslon menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka.
Segmen kedua dan ketiga adalah pendalaman visi-misi dan program kerja paslon. Segmen keempat dan kelima merupakan tanya jawab antar paslon, sedangkan segmen keenam adalah penutupan.
Satria menambahkan, dalam debat publik ini, KPU menghadirkan lima orang panelis, yaitu Andri Rusta (Dosen Universitas Andalas/Unand), Wirdaningsih (Dosen Universitas Negeri Padang/UNP), Elly Delfia (Dosen Unand), Fatris MF (penulis dan budayawan), serta Yofialdi (praktisi ekonomi).
Tema yang diangkat dalam debat pertama ini adalah tata kelola pariwisata, lingkungan hidup, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui nilai kearifan lokal. Tema ini terbagi dalam sembilan subtema, yaitu pariwisata dan eco-tourism, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan sampah, mitigasi bencana, pemberdayaan UMKM, pengelolaan pasar, peningkatan investasi, internalisasi local wisdom, dan pengentasan kemiskinan.
“Debat publik yang diselenggarakan KPU ini merupakan momen penting bagi paslon untuk memaparkan visi misi, gagasan, serta program kerja kepada masyarakat,” kata Satria.
Menurutnya, debat publik ini bukan hanya sekadar penyampaian visi misi dan program kerja dari pasangan calon, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam bagi pemilih dalam menentukan pilihannya.
Melalui debat publik ini, diharapkan dapat meyakinkan pemilih Bukittinggi terhadap pasangan calon, sehingga nantinya pemilih dapat menentukan pilihan yang tepat pada pemungutan suara pada 27 November mendatang. “Kami bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menyelenggarakan debat publik yang sangat dinantikan masyarakat Bukittinggi. Kegiatan debat publik ini disiarkan langsung oleh lembaga penyiaran seperti RRI, Radio Elsi, dan lembaga penyiaran lain yang telah bekerja sama dengan KPU,” tutur Satria. (eds/oki)