Legislator Dorong Bentuk Posko Pengaduan Kekerasan Anak dan Perempuan

SOLOK, KP  – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Suwirpen Suib menghadiri pembukaan Seminar Sehari Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat angkatan VIII di salah satu hotel di Kota Solok.

Dalam kesempatan tersebut, Suwirpen mendorong pemerintah nagari untuk membentuk posko pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Suwirpen menyampaikan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mencatat adanya 141 anak sebagai korban kekerasan fisik atau psikis pada periode Januari hingga September 2023. Dari jumlah tersebut, 104 anak mengalami penganiayaan, termasuk perkelahian dan pengeroyokan, 31 anak menjadi korban kekerasan psikis, dan enam anak menjadi korban pembunuhan.

“Melihat data tersebut, pencegahan terhadap kekerasan terhadap anak perlu diintensifkan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.

Suwirpen berharap adanya posko bantuan terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan yang diisi oleh satgas dari berbagai instansi, termasuk kejaksaan, kepolisian, dinas sosial, DP2KB3A, TP2A, dinas kesehatan, RSUD, dan organisasi masyarakat.

“Dengan adanya posko yang lebih komprehensif, ketika ada korban yang melapor ke posko, informasi akan langsung terintegrasi. Jika korban membutuhkan visum, pelayanan akan lebih cepat karena posko akan memiliki petugas yang mewakili dari RSUD untuk mendampingi proses visum,” tambahnya.

Kepada Dinas P3AP2KB Sumbar melalui Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, Rosmadeli, SKM. M. BIomed menekankan, perlunya penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam upaya menekan angka kekerasan seksual terhadap anak. Melalui sinergitas ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dapat berjalan optimal.

“Dengan adanya sinergi antarjejaring, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bisa berjalan sesuai harapan, sehingga anak-anak dapat terlindungi dari dampak buruk tersebut,” ungkap Rosmadeli.

Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi bahaya dan pencegahan kekerasan seksual di berbagai daerah diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat setiap tahun. (fai)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau