LIMAPULUH KOTA, KP – Tingginya curah hujan yang terjadi sejak dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah nagari pada lima kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota diterjang tanah longsor dan banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol menyebut, lima kecamatan yang terkena bencana banjir dan longsor tersebut, yakni Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Harau, Kecamatan Gunung Omeh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dan Kecamatan Mungka.
“Di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, luapan banjir merendam rumah warga di tiga titik yaitu di Jorong Lubuak Omeh Nagari Gunuang Malintang dan di Jorong Banjar Ronah banjir merendam badan jalan,” kata Rahmadinol.
Tak hanya itu, akibat tingginya luapan banjir, jalan penghubung Pangkalan-Kapur IX tepatnya di Jorong Lubuak Ameh tidak bisa dilewati karena air menutup badan jalan.
Sementara, di Kecamatan Harau banjir melanda empat nagari yakni Nagari Tarantang, Nagari Harau, Nagari Sarilamak, dan Nagari Solok Bio-bio.
“Di Nagari Harau, tepatnya di Jorong Ulu Aia material longsor menimbun badan jalan Sumbar-Riau, lokasinya ke kelok 17 tidak jauh dari Bandrek House. Akibat longsor tersebut hubungan transportasi dari Sumbar-Riau dan sebaliknya sempat lumpuh beberapa jam sebelum material longsor berhasil dibersihkan,” ungkap Rahmadinol.
Lalu, banjir di Kecamatan Gunung Omeh terjadi di Jorong Palangkitangan Nagari Koto Tinggi dan Jorong Koto Panjang Nagari Pandam Gadang. Banjir juga menerjang Nagari Simpang Kapuak di Kecamatan Mungka.
Kemudian, di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, longsor menimbun ruas jalan Tungka-Situmbuak Nagari Tungka dan ruas jalan Nagari Ladang Laweh.
“Material longsor menimbun badan jalan namun sudah berhasil dibersihkan bersama masyarakat setempat,” kata Rahmadinol.
Melihat curah hujan yang masih terus terjadi di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, ia meminta warga berhati-hati dan waspada, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan longsor dan banjir. (dst)