Lubuk Begalung Hadirkan ‘Layak Melenting’ dan ‘DaGozi Melenting’

CAMAT Lubuk Begalung, Andi Amir foto bersama usai rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Rabu (17/4).

PADANG, KP  – Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung menegaskan komitmennya dalam upaya menurunkan angka stunting dengan menggelar rapat koordinasi, di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Rabu (17/4).

Rakor itu melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Satgas Stunting Sumbar, Perwakilan BPJS Kesehatan Sumbar, Puskesmas, Korlap Penyuluh KB, Lurah dan Ketua PKK Kelurahan se Kecamatan, serta perwakilan TPK.

Pertemuan tersebut menjadi panggung bagi berbagai inovasi baru yang diharapkan mampu mewujudkan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di wilayah tersebut.

Dalam rapat tersebut, disepakati dua inovasi utama, yakni ‘Layak Melenting’ (Layanan Adminduk dan Jamkesmas menuju Lubeg Bebas Stunting) dan ‘DaGozi Melenting’ (Dashatnya Go Gizi menuju Lubeg Bebas Stunting).

“Kedua inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antarinstansi di tingkat lokal yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menanggulangi stunting di Kecamatan Lubuk Begalung,” jelas Camat Lubuk Begalung, Andi Amir dalam rakor tersebut.

Ia menjelaskan, Inovasi ‘Layak Melenting’ adalah kolaborasi antara Disduk Capil, BPJS Kesehatan, Balai Penyuluh KB, dan Kecamatan Lubuk Begalung. Program ini memberikan kemudahan bagi keluarga beresiko stunting dalam pengurusan Administrasi Kependudukan dan Layanan Jaminan Kesehatan/BPJS Kesehatan.

Untuk mendapatkan layanan tersebut masyarakat dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) cukup mengurus dikantor Camat dan Balai Penyuluh KB Kecamatan.

Sementara itu, program “DaGozi Melenting” fokus pada pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi sasaran beresiko stunting seperti ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi. Program ini akan mengimplementasikan pembentukan 15 Posko DaGozi se Kecamatan Lubuk Begalung yang nanti pengelolanya akan segera di SK kan.

Camat Lubuk Begalung menyampaikan harapannya agar semua program yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai target yang diharapkan, yaitu Lubuk Begalung Bebas Stunting. “Dengan kerjasama dan komitmen semua pihak, diharapkan stunting dapat segera teratasi, mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan,” jelasnya.

Dalam diskusi, dr. Sari Ramadhani Kepala Puskesmas (Kapus) Lubuk Begalung bersama dr. Aprilini Kapus Pagambiran menyampaikan bahwa pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam menangani masalah gizi pada balita dan ibu hamil. Mereka berharap program ini dapat berhasil mencapai target Lubuk Begalung Bebas Stunting.

Sementara itu, Satgas Stunting menekankan pentingnya data yang akurat dan edukasi mengenai makanan yang tepat bagi balita dan ibu hamil. Mereka percaya bahwa kegiatan PMT berbahan pangan lokal tidak hanya akan mengurangi angka stunting, tetapi juga mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan. (red)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau