DHARMASRAYA, KP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Dharmasraya, Senin (17/2).
Aksi tersebut didukung oleh Gerakan Pemuda Ansor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dharmasraya.
Para pengunjuk rasa menyuarakan keprihatinan terkait meningkatnya angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Dharmasraya. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku kejahatan yang semakin meresahkan masyarakat setempat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyatakan keinginan mereka untuk bertemu dengan pimpinan Polres Dharmasraya guna melakukan dialog terkait maraknya tindak kejahatan di wilayah tersebut. Mereka berharap bisa berdiskusi langsung dengan Kapolres terkait langkah-langkah penegakan hukum yang lebih serius.
Untuk meredam situasi, Kabag Ops Polres Dharmasraya, Kompol Eliswandri, SH, MH, turun menemui para pendemo. Kompol Eliswandri menginformasikan bahwa Kapolres Bagus Ikhwan, SIK, sedang tidak berada di tempat karena tengah menghadiri peresmian gedung Kodim di Sport Center.
Menanggapi aksi tersebut, Kompol Eliswandri juga menjelaskan legalitas dari aksi unjuk rasa ini. Ia menyatakan bahwa surat pemberitahuan yang diajukan oleh mahasiswa tidak memenuhi prosedur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Meskipun demikian, para mahasiswa tetap mendesak agar kepolisian bertindak tegas dalam penegakan hukum dan meningkatkan transparansi dalam menjalankan tugasnya. Mereka berharap dengan langkah tersebut, masyarakat dapat merasa lebih aman dan tenang dalam beraktivitas di wilayah Dharmasraya. (why)