Masjid Raya Nagari Tungka, Saksi Sejarah Seabad Silam

Mesjid Raya Nagari Tungka berdiri sejak tahun 1917.

PARIAMAN, KP – Masjid Raya Nagari Tungka, yang berdiri di tepian sungai kecil di salah satu pelosok Kota Pariaman, merupakan salah satu masjid tertua di daerah tersebut. Masjid yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.

Ketua Pengurus Masjid Raya Nagari Tungka, Priyaldi mengatakan, masjid ini mulai dibangun sekitar 28 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia, yakni pada 1917.

“Dulu, masjid ini tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga sebagai tempat belajar dan bermusyawarah dalam mengatur siasat melawan penjajah,” ujarnya.

Nagari Tungka terdiri dari dua desa, yakni Tungka Selatan dan Tungka Utara, dengan lima dusun. Saat ini, terdapat tiga masjid dan delapan musala di wilayah tersebut.

“Dari sepuluh masjid tertua di Kota Pariaman, ornamen dan arsitekturnya memiliki kesamaan dengan masjid ini,” kata Priyaldi.

Masjid Raya Nagari Tungka memiliki sejarah dan arsitektur khas yang masih terjaga. Meski telah berusia lebih dari satu abad, bangunan masjid tetap kokoh, termasuk setelah gempa bumi 2009. Tiang-tiang besar di bagian tengah dan sudut masjid masih berdiri tegak, menjadi bukti ketahanan konstruksinya.

Seiring perkembangan zaman, Masjid Raya Nagari Tungka kini juga digunakan sebagai Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA), tempat anak-anak sekitar belajar mengaji. Keberadaan masjid ini menjadi simbol kuatnya nilai-nilai keagamaan dan sejarah di Pariaman. (wrm)

Related posts

500 Personel Uji Kesiapsiagaan Bencana dalam Latihan Gabungan di Padang

Pemko Padang Siapkan Pembinaan Berjenjang Lahirkan Kafilah Mandiri

PLN Tinjau Listrik Desa di Kuranji, Pastikan Pemerataan Akses