PADANG, KP — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Posko Korban Terdampak Banjir di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11). Kunjungan ini menjadi perhatian utama karena posko menampung ratusan warga yang mengungsi akibat banjir berhari-hari. Wali Kota Padang Fadly Amran turut mendampingi untuk memastikan layanan kesehatan darurat berjalan optimal.
Setibanya di lokasi, Budi Gunadi memeriksa langsung fasilitas kesehatan, tenda pengungsian, serta alur pelayanan bagi warga. Ia juga berdialog dengan tenaga medis dan petugas lapangan untuk mengetahui kebutuhan logistik tambahan, terutama obat-obatan, perlengkapan kesehatan, dan dukungan tenaga medis.
Sementara itu, Fadly Amran menjelaskan perkembangan situasi banjir serta langkah cepat pemerintah kota, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi bantuan, hingga layanan kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Pada kesempatan itu, Fadly menegaskan pentingnya memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga terdampak.
“Alhamdulillah hari ini (kemarin-red) kita bersama Menteri Kesehatan meninjau langsung kondisi posko pengungsian untuk memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar Fadly Amran.
Ia menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk terus memperbaiki layanan di seluruh posko. “Kita harus pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Sebab itu kunjungan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Padang untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan di lokasi terdampak,” katanya.
Menurut Fadly, Pemko Padang mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk melayani kebutuhan kedaruratan masyarakat.
“Pemko Padang all out. Karena bencana kali ini berbeda dengan yang pernah terjadi sebelumnya. Bencana hidrometeorologi ini berlapis. Jadi endurance kita pada masa tanggap darurat ini sangat diuji,” ujar Fadly Amran.
Ia menambahkan bahwa seluruh sarana dan prasarana milik Pemko Padang telah diterjunkan ke lapangan. “26 ambulans Dinas Kesehatan belum termasuk dari swasta, 24 puskesmas, 51 pustu, 94 dokter beroperasi maksimal. Juga ada 5 ekskavator dari Kota Padang, provinsi, dan pihak swasta yang turun ke lokasi-lokasi yang membutuhkan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Fadly Amran mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar bencana segera berlalu. “Di atas semua upaya kita ini, tetap Allah SWT jugalah yang akan memudahkan upaya kita ini. Jadi mari kita selalu berdoa agar diangkat bencana dari Kota Padang dan dijauhkan dari bencana-bencana lainnya,” ujarnya. (*/nda)