Moral Remaja Menurun, DPRD dan Pemkab Limapuluh Kota Dorong Perda Pelestarian Adat

Kegiatan peningkatan kapasitas Niniak Mamak di Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh, di Aula Sago Bungsu 2, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (3/7).

LIMAPULUH KOTA, KP — Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dari Fraksi Partai Golkar, Fajar Rillah Vesky, menyoroti penurunan moral dan akhlak generasi muda di daerah itu yang dinilainya semakin memprihatinkan.

Ia menilai, fenomena kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dalam keluarga, peredaran narkoba, hingga aborsi ilegal kian marak dan menyayat hati.

“Banyak peristiwa yang melampaui batas akal sehat, seperti ayah kandung memperkosa anak, suami menganiaya istri, hingga kasus pembunuhan dan penyalahgunaan narkoba. Ini terjadi di berbagai kecamatan, bahkan semakin dekat dengan lingkungan kita,” ujar Fajar dalam kegiatan peningkatan kapasitas Niniak Mamak di Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh, di Aula Sago Bungsu 2, Kecamatan Harau, Kamis (3/7).

Fajar yang juga dikenal sebagai mantan wartawan dan penulis buku, menekankan pentingnya peran Niniak Mamak dalam membimbing anak kemenakan. Ia juga mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Pelestarian Adat Minangkabau, seperti yang sudah diberlakukan di Kota Payakumbuh.

“Dengan adanya Perda, lembaga adat bisa lebih disentuh melalui program dan kegiatan resmi pemerintah,” ungkapnya.

Kegiatan yang digelar melalui anggaran pokok pikiran (pokir) Fajar tahun anggaran 2025 itu merupakan kolaborasi DPRD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya DR. Wendra Yunaldi, Dr. Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, dan Yulfian Azrial, serta didukung Walinagari dan Ketua KAN setempat.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, dalam sambutannya mengaku prihatin dengan maraknya berita kriminal dan degradasi moral di wilayah itu.

“Hari ini kita disuguhi berita yang sangat memalukan. Ada ayah kandung memperkosa anak, suami pukul istri dengan palu, hingga kasus aborsi oleh anak-anak muda,” ujar politisi PKS itu.

Ia menyebut banyak anak muda diam-diam datang ke rumah bersalin untuk menggugurkan kandungan, bahkan ada yang mengalami pendarahan serius akibat aborsi ilegal.

“Jangan tutup mata dengan kondisi ini,” tegasnya.

Wabup mengapresiasi kegiatan peningkatan kapasitas Niniak Mamak yang digelar DPRD dan dinas terkait, dan menyebutnya sebagai salah satu pilar penting dalam memulihkan moralitas di Limapuluh Kota. (dst)

Related posts

Dua Pohon Tumbang, Warga Padang Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Antrean Pertalite dan Biosolar Kembali Mengular di SPBU Padang

Operasional Jembatan Timbang Cuma 4 Jam, Pengawasan Truk Overload Dinilai Tumpul