PADANG, KP — Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 28 November lalu tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengubah kondisi sungai dan jaringan irigasi di berbagai wilayah. Arus deras saat kejadian mengikis tebing, mengubah alur sungai, serta menyebabkan pendangkalan akibat endapan pasir, lumpur, kayu, dan bebatuan.
Menindaklanjuti dampak tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan normalisasi sungai dan saluran irigasi yang terdampak. Penanganan dilakukan menggunakan alat berat untuk mengembalikan fungsi sungai dan irigasi agar mampu menampung serta mengalirkan debit air secara optimal.
Normalisasi sungai dilaksanakan di sejumlah titik strategis. Salah satunya di Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, pada Jumat (19/12). Selain itu, pekerjaan juga menyasar aliran Sungai Kuranji hingga kawasan Batu Busuk, serta beberapa sungai lain yang mengalami perubahan alur dan pendangkalan pascabanjir bandang.
Sementara itu, Dinas PUPR juga menangani jaringan irigasi yang terdampak banjir. Normalisasi dilakukan di Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kubu Utama Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, serta sejumlah lokasi lain yang saluran airnya tersumbat material banjir.
Di setiap lokasi, alat berat difungsikan untuk membersihkan endapan material, memperbaiki alur aliran air, serta menata kembali tebing sungai dan dinding irigasi yang rusak. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air, mencegah genangan, dan menekan risiko banjir susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Dinas PUPR menyatakan kegiatan normalisasi akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta urgensi penanganan di masing-masing wilayah. Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan saluran irigasi untuk tetap waspada dan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan normalisasi yang dilakukan secara menyeluruh, Pemko Padang berharap sistem pengendalian air kembali berfungsi optimal dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi. (*/nda)