PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat langkah penanganan sampah melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Air Dingin.
Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat bertemu Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di ruang kerja Gubernur Sumatera Barat, Jumat (27/3).
Menurut Fadly, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengurangi volume sampah Kota Padang yang saat ini mencapai sekitar 700 ton per hari.
“Awalnya kita mendapatkan tawaran pengelolaan sampah melalui skema RDF, namun hingga kini belum terealisasi. Dengan hadirnya PSEL yang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 200 ton per hari, tentu akan sangat membantu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian Kota Padang dalam meraih Adipura dan masuk delapan besar kota terbersih di Indonesia diharapkan dapat ditingkatkan melalui kehadiran fasilitas tersebut.
“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar terbangun komitmen bersama seluruh kabupaten/kota dalam menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah sebagai solusi jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono, menjelaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Ia menambahkan, proyek tersebut akan didukung penuh oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan. Teknologi PSEL memungkinkan sampah diolah menjadi energi listrik sehingga memiliki nilai tambah secara ekonomi. “Secara nasional, program ini direncanakan mencakup sekitar 33 kabupaten/kota. Kunjungan ini merupakan bagian dari percepatan realisasi pembangunan PSEL di Kota Padang,” pungkasnya. (red)