PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman meluncurkan program Perikanan Milenial sebagai bagian dari 10 program unggulan ‘Pasaman Bangkit’ untuk mendorong ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan modern. Program ini menyasar generasi muda dan pelaku usaha baru guna menciptakan lapangan kerja dan menekan kemiskinan.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman, M. Dwi Richie mengatakan, program ini melibatkan pengembangan demplot budidaya perikanan berbasis teknologi smart fishery, rehabilitasi kolam dengan ekskavator gratis, pembangunan pasar ikan higienis, dan penguatan Koperasi Merah Putih untuk hilirisasi ekonomi lokal.
“Ini langkah nyata mewujudkan arahan Bupati Welly Suhery agar program unggulan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Jumat (4/7).
Ia menjelaskan, Pasaman yang ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Ikan Mas melalui Keputusan Menteri KKP Nomor 64 Tahun 2021, memiliki potensi besar dengan produksi ikan tawar mencapai 62.718 ton pada 2024, terutama ikan mas. Pasar produknya meliputi Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi.
Untuk mendukung petani ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membangun Pabrik Pakan Ikan Mandiri di Rao Selatan sejak 2022, dengan kapasitas 1 ton per jam, meski baru memenuhi 10 persen kebutuhan pakan lokal.
“Pabrik pakan ini jadi kebanggaan petani ikan karena menekan biaya produksi. Kami berupaya meningkatkan kapasitasnya dengan dukungan KKP,” tambah Richie.
Ia menegaskan, program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur, dan Panti, sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan.
Sementara, Bupati Welly Suhery menekankan pentingnya dampak langsung program ini. “Setiap kolam yang dicetak harus berdampak pada ekonomi rakyat,” katanya, seraya berharap sektor perikanan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. (nst)