PASAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten Pasaman mengusulkan penambahan empat titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara merata.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman, M. Dwi Richie menyampaikan, saat ini baru satu SPPG yang aktif, yakni di Yayasan Mapulus Alumni Smanto Satu Tujuh Puluh, Pauh, Lubuk Sikaping.
“Kita sudah usulkan empat titik tambahan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar distribusi MBG merata di Pasaman,” ujar Dwi Richie, Senin (30/6).
Menurutnya, empat lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Lubuk Sikaping, Tigo Nagari, Panti, dan Rao Utara. Dijelaskannya, Pemkab Pasaman hanya memfasilitasi tempat dan lokasi pembangunan, sementara proses verifikasi dilakukan oleh BGN.
“Saat ini SPPG yang ada baru melayani 3.068 pelajar jenjang TK, SD, dan SMP di Kecamatan Lubuk Sikaping. Karena itu, cakupan distribusi MBG masih terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi MBG di Pasaman akan ditingkatkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sekitar 101.000 penerima manfaat yang mencakup pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk mencakup seluruh penerima, kita butuh minimal 34 unit SPPG. Idealnya, tiga yayasan dengan masing-masing 11 SPPG agar setiap unit bisa melayani 3.000 porsi MBG,” terangnya.
Pemkab Pasaman, forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan, kata dia, siap memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan program ini.
“Harapannya, MBG bisa membantu pemenuhan gizi bagi adik-adik kita yang merupakan aset bangsa,” kata Dwi Richie. (nst)