Pedagang Pasar Payakumbuh Desak DPRD Bentuk TPF Independen

PAYAKUMBUH, KP – Ketidakpercayaan pedagang Pasar Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) terhadap penyebab kebakaran pusat pertokoan Blok Barat, Selasa lalu (26/8), masih berlanjut. Pedagang menduga kebakaran yang menghanguskan tempat mereka mencari nafkah itu dilakukan secara sengaja.

IP3 mendesak DPRD Kota Payakumbuh membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen dan profesional untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Selain itu, IP3 meminta DPRD menjadwalkan audiensi, karena surat permohonan sebelumnya yang dikirimkan belum mendapat tanggapan.

Hal itu tercantum dalam surat IP3 tertanggal 1 September 2025, yang ditandatangani Ketua IP3 Esa Muhardanil dan Sekretaris Evarizon, dengan tembusan ke Balai Wartawan Kota Payakumbuh.

“Kebakaran ini bukan yang pertama. Sudah tujuh kali terjadi, beberapa berhasil dicegah petugas ronda, tetapi ada pula yang menghanguskan petak toko pedagang,” kata Esa Muhardanil, didampingi Ady Surya, John Bahar, dan belasan anggota IP3, di hadapan puluhan wartawan Balai Wartawan (BW) Luak Limapuluh, di eks. Kantor Bupati Limapuluh Kota, Payakumbuh, baru-baru ini.

Esa menjelaskan, kebakaran sebelumnya berasal dari sumber api di bawah, namun kebakaran pada Selasa (26/8) diduga berasal dari atas, sehingga sulit dicegah atau dipadamkan oleh petugas ronda maupun pedagang.

Terkait kebakaran ini, Esa menduga ada kaitan dengan penolakan IP3 terhadap rencana revitalisasi pasar oleh pemerintah.

“Kami menolak revitalisasi karena bangunan toko masih layak. Dua bulan terakhir, CCTV di pasar juga dibongkar. Kami curiga kebakaran ini sengaja dilakukan,” tutupnya. (dst)

Related posts

Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram ke Keluarga Rentan

Wabup Pasaman Tegaskan Wali Nagari Wajib Disiplin Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Komisi V DPRD Sumbar Desak Percepatan Pembenahan Main Stadion