TANAH DATAR, KP — Proyek pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban galodo atau banjir bandang di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, saat ini tengah menghadapi kendala serius berupa krisis pekerja. Kekurangan buruh lapangan ini berpotensi menghambat target percepatan relokasi masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah daerah langsung membuka kesempatan kerja bagi puluhan warga lokal guna mengatasi perlambatan tersebut. Langkah ini diambil agar pemukiman baru di atas lahan seluas 1,8 hektare itu bisa segera rampung sesuai estimasi.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengungkapkan, pengerjaan fisik kompleks perumahan bertipe 36 tersebut ditargetkan selesai dalam 3-5 bulan ke depan. Sebanyak 79 unit rumah sedang disiapkan untuk menampung warga dari tiga kecamatan terdampak.
“Secara umum pekerjaan terus berjalan, namun terkendala kekurangan tenaga kerja,” katanya, saat meninjau lokasi proyek bersama Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Hendriyana, Selasa (30/6).
Pihak kontraktor pelaksana mencatat bahwa pencapaian fisik infrastruktur untuk bantuan pusat tersebut kini baru menyentuh angka sekitar 40 persen. Rekrutmen sekitar 70 tukang dan buruh harian baru menjadi prioritas utama demi mengejar ketertinggalan jadwal pengerjaan di lapangan.
Selain itu, percepatan ini dinilai krusial agar warga terdampak dari Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto dapat segera pindah ke tempat hunian yang layak dan aman. (yon)