PESISIR SELATAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi meluncurkan Program Nagari Sehat, inisiatif unggulan Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim untuk pemerataan layanan kesehatan di tingkat nagari. Sebanyak 40 dari 182 nagari di 15 kecamatan ditetapkan sebagai percontohan tahap awal pada 2025.
Program ini menjadi salah satu dari lima prioritas daerah yang menargetkan pengentasan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, dan penguatan fasilitas kesehatan dasar seperti Poskesdes dan Pustu.
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, menyebut pelaksanaan program melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari puskesmas, camat, wali nagari, hingga kader kesehatan.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan disiapkan, termasuk cek kesehatan gratis, penanganan anak zero dose, serta layanan KB. Dinas Kesehatan juga menetapkan 16 indikator utama keberhasilan, meliputi ketersediaan fasilitas kesehatan, pemantauan pertumbuhan anak, dan pengelolaan sanitasi serta air bersih.
Agustina menargetkan seluruh nagari di Pesisir Selatan dapat menerapkan konsep ini dalam lima tahun, bahkan optimistis bisa tercapai dalam dua hingga tiga tahun jika kolaborasi berjalan optimal. Beberapa nagari di luar wilayah percontohan telah menyatakan komitmen mengikuti program secara mandiri.
“Dengan pendekatan berbasis nagari, layanan kesehatan bisa lebih mudah diakses dan tepat sasaran,” ujarnya. (don)