PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman merilis jadwal dan susunan prosesi kegiatan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025 yang akan digelar pada 27 Juni hingga 6 Juli 2025. Rangkaian tradisi tahunan ini diadakan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali, dan rutin dilaksanakan setiap 1 hingga 10 Muharam.
Ketua Pelaksana Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025, Elfis Chandra mengatakan, penyusunan jadwal telah dilakukan secara cermat agar setiap tahapan dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
“Kami memastikan seluruh prosesi berjalan tertib dan bisa disaksikan dengan nyaman. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjadikan Tabuik sebagai ikon budaya yang mendunia,” ujarnya, Senin (30/6).
Ia menyebut, prosesi dimulai dengan Maambiak Tanah pada Jumat (27/6), lalu Manabang atau Maambiak Batang Pisang pada Selasa (1/7), dan Maradai pada Rabu (2/7).
Selanjutnya Turun Panja, Maatam, dan Maarak Jari-jari digelar Kamis (3/7), disusul Maarak Saroban pada Jumat (4/7). Momen Basalisiah atau pertemuan dua kelompok Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang juga terjadi dalam dua prosesi ini.
Kegiatan puncak yakni Tabuik Naiak Pangkek dan Tabuik Dibuang ke Laut akan berlangsung pada Minggu (6/7), yang diperkirakan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Pemko Pariaman telah berkoordinasi dengan berbagai pihak demi kelancaran pelaksanaan. Masyarakat dan wisatawan juga diimbau menjaga kebersihan serta ketertiban selama acara berlangsung.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi mengatakan, Tabuik merupakan tradisi gotong royong masyarakat Pariaman yang telah menjadi ikon budaya daerah.
“Kami berharap Tabuik 2025 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga kembali meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Pariaman,” ujarnya. (ant)