PAYAKUMBUH, KP – Pemerintah Kota Payakumbuh mencatatkan prestasi nasional sebagai satu-satunya pemerintah kota di Indonesia yang diundang sebagai narasumber dalam ‘Focus Group Discussion (FGD)’ penyusunan Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKD) di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu lalu (4/3). Undangan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Payakumbuh dalam mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang melampaui rata-rata nasional.
Wali Kota Payakumbuh melalui Sekda Rida Ananda memaparkan strategi percepatan digitalisasi yang telah dimulai sejak pembentukan TP2DD pada April 2021. Salah satu tonggak keberhasilannya adalah penerapan QRIS Dinamis untuk pajak daerah sejak Juni 2022, menjadikan Payakumbuh sebagai daerah pertama di Sumatera Barat yang mengadopsi sistem tersebut.
“Kita bergerak cepat karena digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah. Setiap rupiah yang masuk ke kas daerah harus transparan dan akuntabel,” ujar Rida Ananda di hadapan peserta FGD.
Inovasi terbaru Pemko Payakumbuh adalah pengembangan ‘Virtual Account’ Dinamis yang disesuaikan dengan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) Bank Indonesia pada akhir 2025. Selain sektor pajak, digitalisasi merambah ke berbagai retribusi daerah, mulai dari pasar, layanan sedot kakus, hingga fasilitas olahraga yang kini terintegrasi secara nontunai.
Berkat sistem yang dibangun secara mandiri oleh tenaga teknis internal ASN, Indeks ETPD Payakumbuh kini mencapai kisaran 96,3 hingga 97 persen. Capaian ini jauh di atas rata-rata nasional sebesar 90,39 persen, sehingga Payakumbuh dinilai layak menjadi rujukan nasional dalam pengembangan sistem pembayaran daerah. (dst)