PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana, dengan menargetkan pengerjaan fisik permanen dimulai pada pertengahan Juli 2026.
Perbaikan ini difokuskan pada 16 titik daerah irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian masyarakat, agar aktivitas produksi petani tidak terus terganggu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan percepatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Padang Fadly Amran untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
“Tujuannya agar masyarakat terdampak, khususnya petani, tidak lagi merasakan dampak bencana berkepanjangan dan infrastruktur bisa segera berfungsi normal,” ujarnya, kemarin.
Saat ini, Dinas PUPR tengah merampungkan tahap perencanaan teknis yang ditargetkan selesai pada akhir Mei. Selanjutnya, proses pengadaan akan dilakukan agar kontrak pekerjaan dapat ditandatangani pada minggu kedua Juli.
Sebanyak 16 titik irigasi yang akan diperbaiki mencakup sejumlah bendung dan jaringan daerah irigasi di berbagai wilayah, seperti Limau Manis, Beringin, Kapalo Hilalang, hingga kawasan Lubuk Minturun dan Lolo.
Sebelumnya, penanganan sementara telah dilakukan melalui skema operasional dan pemeliharaan (OP) guna menjaga aliran air tetap berjalan. Namun, perbaikan permanen dinilai mendesak untuk memastikan fungsi irigasi kembali optimal.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur dasar, meliputi jalan, drainase, dan irigasi.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap produktivitas pertanian masyarakat dapat segera pulih dan dampak bencana terhadap sektor ekonomi lokal dapat ditekan. (red)