Wali Kota Padang, Fadly Amran
PADANG, KP — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kota Padang mencatat pertumbuhan awan hujan yang sangat masif di wilayah barat Sumatera, Jumat (2/1). Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat di Kota Padang dalam beberapa hari ke depan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk kembali meningkatkan kesiapsiagaan.
“Data dari Pusdalops menunjukkan pertumbuhan awan hujan sangat tinggi. Ini menimbulkan potensi hujan lebat sejak hari ini hingga beberapa hari ke depan di Kota Padang. Kita yang belum pulih 100 persen kembali harus siaga bersama,” tegas Fadly Amran.
Ia juga mengungkapkan bahwa hujan berintensitas tinggi telah menyebabkan akses jalan menuju kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, terputus.
“Akses terputus, beberapa warga sudah dievakuasi oleh BPBD Kota Padang bersama relawan. Saat ini personel Pemko Padang sudah siaga dan melakukan evakuasi di lokasi,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan bahwa badan jalan menuju Batu Busuk amblas sekitar pukul 01.45 WIB.
“Kerusakan jalan sangat masif dan tidak memungkinkan untuk dilintasi, baik kendaraan maupun pejalan kaki. Jalan menuju Batu Busuk terputus total,” tegas Hendri.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjauhi aliran sungai serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk, mengingat hujan masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
BPBD Kota Padang juga telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan bencana. “Di Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Kuranji, dan Nanggalo, personel sudah standby bersama pihak kecamatan. Beberapa permintaan evakuasi juga sedang kami laksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kapalo Koto, Afriwarman, menjelaskan bahwa titik amblas terdalam berada di depan SMPN 44, RT 03/RW 04, Jalan Koto Tuo. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju Jembatan Batu Busuk.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 235 Kepala Keluarga (KK) kini terisolasi. Afriwarman menyebut kondisi jalan sebelumnya memang sudah rentan akibat tergerus banjir bandang.
“Jalan itu sebelumnya sudah tergerus banjir bandang. Kini amblas sepenuhnya sehingga akses ke Batu Busuk terputus total,” jelasnya.
Saat ini, pihak kelurahan tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat, termasuk rencana pembuatan jalur setapak sementara bagi warga. Diketahui, sebagian warga Batu Busuk yang terdampak banjir bandang sebelumnya telah direlokasi ke hunian sementara (Huntara) di Lubuk Buaya. (red)