Pessel Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami di Shelter Rawang Painan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;

PESISIR SELATAN, KP — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar simulasi gempa dan tsunami di Shelter Rawang Painan, Nagari Painan Utara, Kecamatan IV Jurai, Rabu (5/11). Kegiatan yang dibuka Bupati Hendrajoni ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparatur dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.

Simulasi berlangsung satu hari dan melibatkan unsur Forkopimda, kepala OPD, serta berbagai instansi terkait di lingkungan Pemkab Pessel. Peserta terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, RSUD, pemerintah kecamatan dan nagari, Kelompok Siaga Bencana Nagari (KSB), hingga masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas partisipasi aktif dalam latihan tersebut.

“Kegiatan ini penting untuk membangun sinergi dan memastikan kesiapan kita menghadapi ancaman gempa dan tsunami,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pesisir Selatan merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi karena berada di sepanjang pantai barat Sumatra yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

“Kewaspadaan semua pihak sangat diperlukan agar korban dan kerugian dapat diminimalisir,” lanjutnya.

Dalam latihan, peserta menjalani simulasi evakuasi mandiri, penanganan korban, koordinasi antarinstansi, hingga pengelolaan posko darurat. Masyarakat juga mendapat edukasi mengenai jalur evakuasi, tanda peringatan dini, dan langkah penyelamatan diri saat bencana.

Kepala BPBD Pessel menyebut kegiatan ini sebagai agenda rutin dan akan diperluas ke nagari-nagari rawan bencana.

“Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko. Latihan seperti ini membuat masyarakat lebih siap dan tidak panik,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pemerintah daerah akan memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga untuk meningkatkan sarana evakuasi, kapasitas aparatur, dan sosialisasi kebencanaan. Ia juga mengajak masyarakat membangun kesiapsiagaan mulai dari keluarga.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi jalur evakuasi dan koordinasi lapangan sebagai dasar penyempurnaan simulasi berikutnya. Harapannya, masyarakat Pessel semakin tanggap dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (don)

Related posts

Pertuni Sampaikan Aspirasi, Pemko Padang Perkuat Layanan Disabilitas

Wawako Padang Ikut Tanam Pohon di Raker APEKSI Banda Aceh

Pemko Padang Gandeng Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah