PKDP Padang Merasa Tersakiti

DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Padang menggelar jumpa pers.

PADANG, KP – Ketua DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Padang, Amril Amin menegaskan bahwa masyarakat Pariaman sangat terguncang denganb viralnya berita di media sosial soal kasus bunuh diri seorang wanita yang dikaitkan dengan budaya ‘Japuik-Bajapuik’.

“Pihak keluarga korban sudah mengklarifikasi bahwa meninggalnya anaknya tidak ada sangkut pautnya dengan soal tradisi japuik-bajapuik,” kata Amril Amin yang juga Wakil Ketua DPRD Padang dalam konferensi pers, Minggu (19/11).

Ia meminta pegiat media sosial tidak menyebarkan konten-konten yang berkaitan dengan budaya orang lain. Apalagi bila tidak memahami secara pasti seluk beluk budaya tersebut.

“Viralnya berita ini membuat kami laki-laki Piaman sangat syok karena sangat menghinakan kami,” tegas owner Aciak Mart itu didampingi Sekretaris PKDP Padang Ronny, Bendahara Sonny Affandi, tim advokasi Boy London, dan pengurus PKDP lainnya.

Sementara, tim advokasi Boy London mewarning masyarakat khususnya pegiat media sosial untuk tidak lagi menyebarkan konten-konten yang menjelek-jelekkan adat budaya Piaman.

“Kami laki-laki Piaman bukan seperti barang yang bisa dijual-belikan bila mau menikah. Ini sangat salah dan bukan begitu sebenarnya adat Piaman,” tukasnya.

Ia juga meminta agar konten yang sudah beredar segera dihapus karena merupakan pelanggaran atas Undang-undang ITE, yakni ujaran kebencian.

“Kalau masih juga beredar, maka kami akan lakukan upaya hukum,” tegas Boy London.

KRONOLOGI KASUS

Seperti ramai diberitakan, wanita muda berinisial SIP (25 tahun), warga Kota Pariaman, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar penginapan syariah di Kota Padang. Padahal, Shintia rencananya akan menikah pada 14 Januari 2024.

Sang salon suami berinisial HZ adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) berpangkat Ipda yang kini berdinas di Ternate, Maluku Utara. Pasangan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial setelah bunuh diri SIP dikaitkan dengan uang jemputan pernikahan yang mencapai Rp500 juta yang disyaratkan oleh pihak calon suami. Namun, keluarga HZ maupun keluarga SIP telah membantah penyebab bunuh diri akibat tuntutan uang jemput pernikahan.

Tante HZ, Rice, menjelaskan bahwa persoalan uang jemputan pernikahan tersebut sebenarnya sudah kesepakatan dari awal. Dikatakannya, meskipun bagian dari adat, namun uang jemputan pernikahan tersebut tidak ada paksaan.

“Mengenai uang jemputan, hasil nego kita bersama, sebesar Rp500 juta, itu memang finalnya segitu,” ujarnya, seperti dikutip dari kumparan.com, Minggu (19/11).

Rice mengungkapkan, uang jemputan pernikahan sebesar Rp 500 juta tersebut tidak sepenuhnya dibebankan ke keluarga SIP. Sebab, keluarga HZ juga turut membantu.

“Kami selaku pihak keluarga sudah banyak memberikan bantuan ke keluarga perempuan. Lagian uang jemputan ini juga untuk mereka nanti (setelah menikah). Dari uang jemputan Rp 500 juta ini, disepakati Rp300 juta dari pihak kami membantu keluarga SIP,” ujarnya.

“Kemudian, kami minta Rp200 juta ke pihak keluarga SIP, mereka menyanggupi. Tapi nanti (tetap) disebutkan Rp500 juta diberikan oleh pihak keluarga SIP meski Rp300 juta dari kami,” katanya.

Lebih lanjut Rice menyampaikan, selain membantu uang jemputan pernikahan, HZ juga membantu dalam persiapan pesta pernikahan. Ia pun telah mentransfer uang ke SIP dengan total sebesar Rp200 juta.

“Itu biaya pernikahan dari HZ, seperti untuk pakaian atau cetak undangan. Bukti transfer ada,” katanya.

Ia menambahkan, apabila keluarga SIP tidak bisa menyanggupi uang jemputan yang tersisa sebesar Rp200 juta, persoalan itu juga bakalan HZ yang membantu. Sebab, katanya, HZ pernah bilang bahwa mungkin ia yang akan menutupi uang Rp200 juta yang akan dibebankan ke keluarga SIP itu.

Maka itu, Rice membantah penyebab SIP bunuh diri dikaitkan dengan tuntutan keluarga HZ terkait uang jemputan pernikahan.

Diketahui, HZ dan SIP terakhir bertemu pada Rabu dan Kamis (8-9/11). Mereka melakukan sesi prewedding di Kota Padang. Usai prewedding, HZ kembali ke Ternate untuk dinas dan ZIP pulang ke Pariaman. Namun, SIP ditemukan gantung diri pada Senin (13/11) di Kota Padang. (fai/kpc)

Related posts

Pencarian Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Membuahkan Hasil

Jangan Tertipu! Ini Ciri Hewan Kurban Tidak Sehat yang Harus Diwaspadai

Ratusan JCH Padang Diberangkatkan, Pesan Wali Kota Jadi Perhatian