LIMAPULUH KOTA, KP — Akses vital yang menghubungkan Kecamatan Pangkalan Koto Baru dengan Kapur IX terancam lumpuh total. Kondisi ini menyusul rusaknya dua tiang beton penyangga utama jembatan di Nagari Gunuang Malintang yang kini dalam posisi menggantung akibat pondasinya habis terkikis derasnya arus sungai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tanah di sekitar tiang penyangga jembatan pada ruas jalan provinsi Pangkalan–Sialang Galugua ini telah longsor. Akibatnya, struktur beton tidak lagi tertanam kuat ke dasar sungai, sehingga jembatan penghubung antar-nagari tersebut rawan ambruk jika terus dibebani kendaraan berat.
Wali Nagari Gunuang Malintang, Wido Putra mengonfirmasi bahwa meski saat ini belum terlihat tanda bahaya fisik yang ekstrem, potensi ambruk sangat tinggi jika tidak segera diperbaiki.
“Jika dibiarkan atau tidak segera mendapat perhatian, dikhawatirkan jembatan tersebut ambruk,” ujarnya, Kamis (19/2).
Warga setempat mendesak agar setidaknya dipasang tanda peringatan di lokasi agar pengendara, terutama truk bermuatan berat, lebih berhati-hati. Kecemasan warga kian meningkat mengingat curah hujan di wilayah Pangkalan Koto Baru cukup tinggi akhir-akhir ini yang berpotensi memperparah erosi pondasi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumabr diharapkan segera melakukan penanganan darurat. Langkah cepat sangat dibutuhkan sebelum akses ekonomi masyarakat benar-benar putus total akibat jembatan yang ambruk. (dst)