JAKARTA, KP – Presiden terpilih 2024–2029 Prabowo Subianto menepis pembentukan tim transisi menjelang masa pemerintahannya. Prabowo menjelaskan, mereka membentuk tim asistensi dan sinkronisasi menjelang pelantikannya pada Oktober 2024.
“Tidak ada tim transisi, yang ada tim asistensi dan kami juga bentuk tim sinkronisasi,” ujar Prabowo kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/6).
Diketahui, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran sudah bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani Jumat lalu (31/5). Tim ini didominasi kader Partai Gerindra, dengan ketua Sufmi Dasco Ahmad dan wakilnya Ahmad Muzani, serta anggota Thomas M. Djiwandono, Budi Djiwandono, dan Prasetyo Hadi.
Prabowo tidak menjelaskan mengapa tim ini didominasi oleh kader Gerindra. Sufmi menjabat Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Muzani adalah Sekretaris Jenderal Gerindra. Begitu juga dengan Bendahara Umum Gerindra Thomas M. Djiwandono, Wakil Ketua DPP Gerindra Budi Djiwandono, dan Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan DPP Gerindra Prasetyo Hadi.
“Teknis, teknis,” kata Prabowo singkat saat ditanya wartawan kenapa tim ini didominasi orang-orang partainya.
Wakil Ketua Tim ini, Ahmad Muzani, menyatakan pertemuan dengan Menkeu Sri Mulyani bertujuan agar program yang dijanjikan selama kampanye berjalan mulus. Mereka juga akan bertemu dengan menteri lainnya.
“Beliau (Prabowo) berharap proses sinkronisasi berjalan baik karena beliau ingin pada pemerintahan mendatang tidak memakan waktu terlalu lama untuk proses transisi,” kata Muzani usai pertemuan di Kantor Kemenkeu, dikutip Kamis (6/6).
Menkeu Sri Mulyani juga menyatakan siap mengawal proses transisi secara ekonomi, seusai arahan Presiden Jokowi. Ia mengatakan bakal mengawal proses penyusunan APBN pemerintah baru. (ilc)