Kondisi badan jalan jelang pelaksanaan pengaspalan di ruas Batu Manjulua – Koto Baru, Kabupaten Sijunjung.
SIJUNJUNG, KP – Proyek peningkatan jalan di ruas Batu Manjulua – Koto Baru, Kabupaten Sijunjung senilai lebih dari Rp15 miliar lebih pada tahun anggaran 2023, yang dibagi menjadi enam ruas oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) setempat, menjadi perhatian publik.
Pelaksanaan peningkatan kemampuan struktur badan jalan guna memperlancar arus lalu lintas, setelah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi di ruas tersebut, terlihat mengkhawatirkan.
Berdasarkan investigasi Harian Koran Padang di lapangan terlihat Tack Coat yang telah dihampar mengering setelah 1 × 24 jam. Kemudian lapis pondasi jalan, tanpa penutup aspal (Kelas C) yang ditimpa dengan batu pecah dari Air Dingin Alahan Panjang, telah hancur menjadi tanah akibat rendahnya mutu batu yang tidak berasal dari sungai.
Selain itu, pelaksanaan proyek tersebut juga terlihat tidak menggunakan lapis pondasi agregat kelas B yang seharusnya ditimpa dengan kelas A. Lebih parahnya lagi, badan jalan tersebut langsung ditimpa dengan aspal Hot Mix tanpa lapis pondasi kelas B dan kelas A, di atas Tack Coat yang telah mengering. Padahal, pondasi agregat sangat penting untuk menentukan stabilitas perkerasan pada struktur pondasi jalan.
Bukan hanya itu, ketersediaan drainase untuk menghindari genangan air pada permukaan jalan yang seharusnya disediakan lebih dahulu pada bahu ruas jalan juga terlihat tidak ada.
Mirisnya lagi, tepatnya di ruas jalan Lubuak Tarok, KM 7, badan jalan rigit beton yang telah selesai dilaksanakan pengerjaannya terlihat mengalami keretakan.
Hal itu disebabkan buruknya mutu material struktur yang terlihat berwarna merah kekuning-kuningan.
Bahkan, rigit beton di ruas tersebut kini terlihat patah (amblas) akibat buruknya mutu struktur perkerasan pada pondasi dasar di bawah lantai kerja sehingga terjadinya pergerakan tanah.
General Superintendent (GS) Fajar, selaku wakil mutlak mewakili perusahaan penyedia jasa konstruksi di ruas tersebut, saat dikonfirmasi enggan memberikan banyak komentar.
Ia mengaku bahwa pinggir badan jalan yang tergerus air hujan telah diisi kembali, namun tidak menjelaskan secara rinci apa yang telah diisi.
Untuk informasi lebih lanjut, KORAN PADANG terus berupaya melakukan konfirmasi kepada dua pengurus utama proyek melalui telepon maupun pesan WhatsApp pada Rabu (24/1). Namun, hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan respon. (shb)