Puskesmas Lubeg Luncurkan Inovasi Catin Cekatan

Puskesmas Lubeg Kecamatan Lubuk Begalung meluncurkan inovasi Calon Pengantin Cegah Resiko Tinggi Kesehatan.

PADANG, KP – Guna mencegah terjadinya kasus kematian ibu dan anak akibat kurangnya pengetahuan terkait kesehatan, Puskesmas Lubeg Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang meluncurkan inovasi Catin Cekatan (Calon Pengantin Cegah Resiko Tinggi Kesehatan).

Kepala Puskesmas Lubeg Sari Ramadhani menjelaskan, inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Puskesmas Lubeg dengan dokter muda dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran UNAND.

“Inovasi ini akan diterapkan di Puskesmas Lubeg, sekaligus sebagai salah satu upaya menurunkan angka Stunting,” kata Sari, Jumat (27/10).

Untuk kegiatan perdana, ujarnya, Puskesmas Lubeg melibatkan 11 pasang calon pengantin (catin), guna dilakukan berbagai pemeriksaan, guna memastikan kesiapan kesehatan pasangan tersebut.

“Pemeriksaan meliputi lingkar lengan, pemeriksaan tensi, HB, serta triple E, termasuk pemeriksaan sipilis dan HIV/AiDS,” ucapnya.

Peluncuran inovasi terbaru dari Puskesmas Lubeg itu dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurnia Yati diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Depitra Wiguna, Rabu lalu (25/10). Menurut Depitra, semua pihak harus berperan dalam upaya mengatasi Stunting, dengan melahirkan berbagai inovasi dan langkah-langkah maupun aksi nyata.

Sementara, perwakilan dokter muda Rizki Aprilia mengatakan, tujuan inovasi Catin Cekatan adalah mendeteksi sejak awal dan mencegah terjadinya kehamilan resiko tinggi. Ia menjelaskan, dengan Catin Cekatan, seluruh calon pengantin yang akan menikah akan dilakukan pemeriksaan, kemudian melakukan scan barcode yang akan langsung terhubung ke data base pemegang program di Puskesmas Lubeg.

Nantinya, lanjut Rizki, berdasarkan database tersebut akan terpantau mana catin yang beresiko tinggi seperti terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak (sudah sering melahirkan), terlalu dekat (jarak satu kelahiran dengan kelahiran berikutnya terlalu dekat), KEK (Kekurangan Energi Kronis), serta catin yang memiliki penyakit seperti Sipilis dan HIV.

“Berdasarkan database tersebut, pemegang program akan bisa memantau dan melakukan Intervensi program kesehatan, jika nanti para peserta program sudah menikah dan hamil, sehingga angka kematian ibu dan anak bisa dicegah,” tutur Rizki. (ip)

Related posts

55 KK Terdampak Bencana Terima Bantuan Perbaikan Rumah di Padang

Dua Anak Masih Hilang, Wawako Padang Beri Penguatan ke Keluarga

Pemko Padang Dukung Peringatan 50 Tahun Museum Adityawarman