PADANG, KP – Polresta Padang mengerahkan sebanyak 600 personel gabungan untuk memetakan dan mengawasi titik-titik rawan gangguan keamanan selama Ramadan 1447 H di Padang.
Kapolresta Padang Apri Wibowo mengatakan, pengerahan kekuatan tersebut merupakan respons atas evaluasi gangguan kamtibmas yang kerap terjadi pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya.
“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadan sering terjadi tawuran, balap liar, penggunaan knalpot bising, serta gangguan lainnya. Karena itu, hari ini kita lakukan pemetaan titik-titik rawan dan pergelaran personel untuk mengantisipasi kejadian tersebut,” ujarnya usai apel kesiapsiagaan di Mapolresta Padang, Selasa (17/2).
Selain pengawasan di jalan raya, kepolisian juga mengintensifkan patroli di kawasan permukiman, terutama saat pelaksanaan salat Tarawih dan Subuh berjamaah. Polisi turut mengantisipasi potensi tindak pencurian ketika rumah ditinggalkan pemiliknya untuk beribadah. “Kami mengimbau warga memastikan rumah dalam kondisi aman dan terkunci sebelum ditinggalkan,” tambahnya.
Apri Wibowo juga menginstruksikan seluruh Kapolsek untuk turun langsung ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat guna memastikan pengamanan berjalan efektif. “Para Kapolsek harus turun langsung, memastikan seluruh personel memahami plotting serta lokasi tugas masing-masing agar pengamanan benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.
Terkait tradisi Balimau, kepolisian mengingatkan masyarakat agar mewaspadai risiko keselamatan di sungai akibat cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang. “Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak melaksanakan mandi-mandi di sungai demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Langkah pengamanan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah berharap stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman. (mas)