PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mulai memberlakukan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Pasar Raya Padang sejak Senin (29/6) hingga 30 Desember 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung pelaksanaan proyek Revitalisasi Pasar Raya yang kini memasuki tahap konstruksi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan surat resmi Dinas Perhubungan Kota Padang terkait pengaturan arus selama masa pembangunan.
“Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan hingga akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat mengantisipasi perjalanan dan mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan,” ujarnya, Minggu (28/6) dikutip dari TribunPadang.com.
Ruas Depan Masjid Taqwa Ditutup Total
Dalam skema yang diterapkan, ruas jalan di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah hingga kawasan Sentral Pasar Raya (SPR) ditutup total. Penutupan ini membuat kendaraan tidak lagi dapat melintas langsung menuju area proyek.
Akses menuju Jalan Belakang Lintas dan Jalan Belakang Tangsi juga dibatasi dengan rambu larangan, sehingga hanya kendaraan tertentu yang diperbolehkan melintas.
Arus dari Pemuda–Diponegoro Dialihkan
Pengendara dari arah Jalan Pemuda dan Jalan Diponegoro tidak lagi dapat melaju lurus ke kawasan Pasar Raya. Selama proyek berlangsung, seluruh kendaraan wajib berbelok ke kiri menuju Jalan Bandar Olo.
Dari jalur ini, akses menuju Pasar Raya dialihkan melalui Jalan Pasar Raya I dan Jalan Pasar Raya II yang menjadi jalur utama sementara.
Jalur Alternatif dan Pengalihan Lain
Sejumlah jalur alternatif disiapkan, antara lain melalui jalan di samping Gedung IWAPI dan jalan belakang SPR untuk mengurai kepadatan.
Sementara itu, kendaraan dari arah Belakang Tangsi dialihkan ke Jalan Adhyaksa, sebelum memutar kembali menuju tujuan.
Akses dari Jalan Bundo Kanduang ke kawasan Air Mancur juga ditutup, begitu pula jalur lurus dari Jalan M. Yamin menuju bundaran Air Mancur. Kendaraan dari arah Balai Kota Lama diarahkan berbelok ke Jalan Sandang Pangan sebagai rute pengganti.
Pemko Padang mengingatkan potensi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan, menggunakan jalur alternatif, serta mengikuti rambu dan arahan petugas.
Fizlan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proyek berlangsung. “Kami berharap dukungan masyarakat agar revitalisasi Pasar Raya dapat berjalan lancar dan ke depan menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih tertata, aman, dan nyaman,” katanya. (trb)