MENTAWAI, KP — Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp122 miliar pada 2026 untuk memperkuat infrastruktur dasar di Kepulauan Mentawai. Fokus utama diarahkan pada perbaikan jalan dan pembangunan pelabuhan guna membuka akses wilayah kepulauan yang selama ini terisolasi.
Rencana tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, ke Kepulauan Mentawai, Minggu (15/2), didampingi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat.
Pada Tahun Anggaran 2026, BPJN Sumatera Barat akan melaksanakan preservasi jalan dan jembatan ruas Toa Pejat, Rokot, Sioban, hingga Katie senilai Rp29 miliar dengan konstruksi rigid pavement. Pekerjaan ini ditujukan untuk memperbaiki kondisi jalan penghubung antarkawasan utama di Mentawai.
Zigo Rolanda mengungkapkan, selain perbaikan jalan, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua pelabuhan di Sikabaluan dan Siberut dengan nilai Rp82 miliar. Proyek tersebut ditopang program pengamanan pantai senilai Rp11 miliar sebagai upaya mitigasi bencana pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan infrastruktur laut.
Di sektor layanan dasar, pemerintah juga menyiapkan program Sistem Penyediaan Air Minum, perluasan jaringan listrik PLN dan panel surya, serta pembangunan Sekolah Rakyat melalui DIPA 2026.
“Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan,” kata Zigo.
Bupati Mentawai, Rinto Wardana, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilai menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Mentawai, terutama dalam membuka akses dan pemerataan layanan dasar.
Kunjungan lapangan ini diharapkan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Mentawai secara berkelanjutan. (ak/*)