SOLOK, KP – Seluruh perpustakaan di Kabupaten Solok, mulai dari tingkat nagari hingga sekolah, didorong untuk segera memenuhi standar akreditasi nasional. Langkah ini diambil guna menjamin mutu layanan literasi yang profesional, terstandar, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca buku, melainkan pusat pembelajaran dan informasi strategis bagi masyarakat. Menurutnya, akreditasi adalah instrumen kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Kita dorong peningkatan kualitas layanan agar semakin relevan. Melalui akreditasi, layanan perpustakaan dipastikan berjalan profesional dan berkelanjutan,” ujar Jon Firman Pandu saat membuka sosialisasi akreditasi di Aula Perpustakaan Daerah setempat, Kamis lalu (12/12).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Eko Gunanto menjelaskan, kegiatan advokasi ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membenahi pengelolaan perpustakaan perangkat daerah maupun nagari. Tujuannya agar para pengelola siap memenuhi instrumen yang ditetapkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Untuk memperkuat pemahaman pengelola, kegiatan ini menghadirkan pakar dari Universitas Negeri Padang, Andi Saputra dan Elfa Rahmah. Keduanya memaparkan strategi pemenuhan standar akreditasi guna mendongkrak jumlah perpustakaan tersertifikasi di Kabupaten Solok. (bus)