LIMAPULUH KOTA, KP — Keluarga besar korban meninggal di Pemandian Lembah Mangkisi bersama perangkat nagari meminta publik menghentikan segala komentar negatif yang menyudutkan mereka atas tragedi yang menimpa RA (8 tahun) dan BZ (11 tahun). Anggapan kelalaian yang beredar di tengah masyarakat dinilai sangat menyakitkan bagi keluarga yang saat ini tengah berjuang mengikhlaskan kepergian anak tercinta mereka.
Walinagari Balai Panjang, Idris menegaskan, peristiwa nahas tersebut adalah duka bersama yang tidak diinginkan oleh pihak mana pun. Ia memohon agar tidak ada lagi pihak yang memberikan penilaian buruk terhadap keluarga korban maupun pihak nagari terkait penyebab kepergian kedua bocah malang tersebut.
“Saat ini kita semua masih dalam suasana duka. Ini duka kita semua, jangan atau stop saling menyalahkan atas peristiwa yang terjadi, jangan lagi berkomentar yang menyakitkan,” ujar Idris, Selasa (17/2).
Dia menambahkan, dari musibah ini terdapat banyak pelajaran penting yang bisa diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Menurutnya, sikap menyalahkan hanya akan memperkeruh suasana dan menambah beban psikologis bagi keluarga korban yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padangpanjang.
Terkait hal itu, puluhan tokoh masyarakat dari berbagai unsur di Nagari Balai Panjang telah mendatangi langsung rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa. Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan rasa duka yang mendalam secara langsung kepada pihak keluarga. (dst)