PADANG, KP — RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan tim penilai dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk pengembangan rumah sakit menjadi rumah sakit pendidikan. Penilaian ini menjadi bagian dari persiapan transformasi layanan kesehatan rujukan di Indonesia.
Wali Kota Padang, Fadly Amran yang menyambut tim di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan, Senin (13/4), menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan tersebut.
“Kota Padang telah ditetapkan sebagai kota jasa sebagaimana tertuang dalam perencanaan jangka panjang daerah. Artinya, dalam 20 tahun ke depan, Kota Padang akan semakin berkembang sebagai kota berbasis layanan, termasuk dalam sektor kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan fasilitas dan layanan kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Kami sangat mendukung penuh inisiatif pengembangan RSUP Dr. M. Djamil yang selama ini menjadi rujukan utama pelayanan kesehatan di Sumatera Barat dan sekitarnya. Dengan tingginya beban layanan, pengembangan rumah sakit ini menjadi sangat penting,” katanya.
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI Ockti Palupi Rahayuningtyas menjelaskan, penilaian ini merupakan bagian dari persiapan implementasi proyek transformasi rumah sakit pendidikan melalui skema pendanaan internasional dari AIIB, yang dikenal dengan program THRUST.
“Melalui penilaian ini, kami ingin memastikan adanya kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan terkait kesiapan implementasi proyek, baik dari aspek teknis maupun kelembagaan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung kelancaran pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Investment Officer dan Project Team Leader AIIB Deni A Fauzi menyebut proyek tersebut mencakup pembangunan delapan rumah sakit pendidikan di Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sistem layanan, peningkatan kapasitas institusi, serta standarisasi mutu layanan kesehatan secara nasional.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sukri Rahmat, serta Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Diah Lenggogeni. (red)