SOLOK, KP — Kondisi ekonomi Kota Solok sepanjang tahun lalu tercatat stabil dengan tingkat pemerataan pendapatan yang cukup baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi daerah ini berada pada angka 3,61 persen.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim menjelaskan, meski terjadi sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, grafik ekonomi tetap bergerak positif. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja berbagai lapangan usaha, dengan sektor jasa keuangan dan asuransi mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 8,64 persen.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,61 persen ini menunjukkan kondisi yang stabil, ditopang oleh kinerja sektor jasa keuangan dan perdagangan,” ujar Nurzal, Kamis (2/4).
Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sebesar 25,8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor lain yang turut menyumbang angka signifikan adalah transportasi dan pergudangan sebesar 14,4 persen, serta sektor konstruksi sebesar 13 persen.
Pada aspek ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kota Solok mencapai 70,32 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di angka 3,87 persen, yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja lokal yang relatif kondusif.
Selain pertumbuhan yang positif, tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Solok juga tergolong rendah. Hal ini terlihat dari nilai Gini Rasio sebesar 0,302 yang menandakan distribusi pendapatan di tengah masyarakat cukup merata dan mencerminkan pembangunan yang inklusif. (ak/*)