Solok Selatan Bahas Dinamika Politik Jelang Pemilu 2024

PEMKAB Solok Selatan mengadakan Forum Discussion Group (FGD) bersama Forkopimda Solok Selatan dan unsur penyelenggara Pemilu, Kamis (28/12).

PADANG ARO, KP – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, melalui Kantor Kesbangpol, mengadakan Forum Discussion Group (FGD) bersama Forkopimda Solok Selatan dan unsur penyelenggara Pemilu.

Kegiatan itu bertujuan untuk membahas dinamika dan perkembangan politik daerah menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. FGD digelar di Aula Tansi Ampek Kantor Bupati Solok Selatan pada Kamis (28/12).

Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menekankan pentingnya mendapatkan informasi terkini terkait dinamika politik menjelang Pemilu pada 14 Februari 2024. FGD diharapkan dapat menjadi forum pertukaran informasi guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pemilu.

Di tempat yang sama Kapolres Solok Selatan, AKBP Arief Mukti, menyampaikan komitmen Polri dan TNI untuk menjaga netralitas sesuai amanah undang-undang. Polres Solok Selatan akan melakukan pengamanan menjelang Pemilu tahun depan, dan netralitas kepolisian tidak dapat terlibat dalam politik praktis.

Hal senada juga disampaikan Kajari Solok Selatan, Fitriansyah Akbar. Ia menjelaskan tentang Instruksi Nomor 6 Tahun 2023 dari Jaksa Agung yang menyoroti peran kejaksaan dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak. Kejaksaan menegaskan netralitasnya dan menolak menjadi instrumen politik yang membela kepentingan golongan tertentu.

Sedangkan, Dandim Solok Selatan diwakili Pejabat Penghubung Kapten Herman, mengungkapkan bahwa TNI telah menyusun buku saku sebagai panduan netralitas yang wajib dimiliki setiap anggota.

Dilansir dari laman KPU Solok Selatan, jumlah pemilih terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten mencapai 129.428 orang yang akan menggunakan 599 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebanyak 42,9 persen dari DPT diisi oleh pemilih milenial dengan rentang usia 28 hingga 43 tahun.

Kemudian, Komisioner Bawaslu Solok Selatan, Nila Puspita, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam kampanye. Ia menegaskan bahwa netralitas ASN harus dijaga, dan keterlibatan ASN dalam memberikan “like” atau komentar pada posting calon dianggap sebagai pelanggaran yang akan dilaporkan dan diproses oleh Komisi ASN.

FGD ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara semua pihak yang hadir dalam persiapan Pemilu 2024, menjadikan pelaksanaan Pemilu aman, tertib, dan demokratis di Solok Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi platform diskusi dan pertukaran informasi untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu mendatang. (kom)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang