Sungai Batang Katanahan Meluap, Belasan Rumah Terendam

Warga bersama petugas bergotong-royong membersihkan tumpukan material kayu dan endapan lumpur tebal pascabanjir luapan Sungai Batang Katanahan.

PASAMAN, KP – Luapan Sungai Batang Katanahan menerjang kawasan permukiman warga di Kampung Lubuk Panjang, Jorong Pasar Ladang Panjang, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Kamis malam (2/7). Bencana alam yang dipicu oleh tingginya curah hujan di hulu sungai ini tidak hanya merendam belasan tempat tinggal, tetapi juga merusak fasilitas milik masyarakat serta memutus urat nadi transportasi.

Arus banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut membawa material lumpur pekat dan potongan kayu yang langsung menyapu wilayah sekitar. Selain merusak bangunan, terjangan air yang sangat deras juga dilaporkan menghancurkan keramba budidaya ikan milik warga serta menutupi akses jalan utama yang menghubungkan kawasan Kumpulan dengan Padang Sawah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto menyebut, luapan sungai tersebut mulai terjadi sekitar pukul 19.13 WIB akibat lonjakan debit air yang sangat drastis. Pada saat yang bersamaan, aliran Sungai Batang Lindai di wilayah tersebut juga mengalami peningkatan volume air secara signifikan.

“Air Sungai Batang Katanahan sempat meluap ke permukiman warga dan badan jalan namun sekitar pukul 19.45 WIB debit air mulai berangsur surut,” ujar Mardianto, Jumat (3/7).

Ia menambahkan, kondisi berbeda terjadi pada aliran Sungai Batang Lindai yang terpantau keruh dan membesar. Walaupun debit airnya meningkat tajam, aliran sungai tersebut beruntung tidak sampai meluber hingga ke area pekarangan rumah penduduk ataupun jalan raya.

“Untuk Sungai Batang Lindai memang debit airnya membesar dan keruh, tetapi tidak sampai meluap ke rumah warga maupun jalan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan petugas di lapangan, terjangan material lumpur dan air banjir merendam 14 unit rumah tinggal serta satu bangunan pondok pesantren. Kerugian materi juga diderita oleh peternak setempat karena keramba ikan mereka hancur terhantam material yang terbawa arus sungai.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ungkap Mardianto.

Terkait akses lalu lintas yang sempat lumpuh total akibat timbunan batang kayu dan lumpur tebal, kondisi jalan kini sudah berangsur normal. Jalur transportasi darat Kumpulan menuju Padang Sawah tersebut dipastikan sudah bisa dilewati kembali oleh kendaraan sejak pukul 19.50 WIB setelah genangan menyusut.

Memasuki Jumat pagi (3/7), sejumlah petugas dari BPBD Kabupaten Pasaman langsung dikerahkan ke lokasi bencana untuk bergotong-royong bersama warga sekitar. Seluruh elemen membersihkan sisa-sisa sumbatan kayu dan sisa lumpur pekat yang masih mengendap di fasilitas umum maupun rumah penduduk.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi karena masih ada potensi luapan susulan,” katanya. (ak/*)

Related posts

BMKG Resmikan HF Radar Array di Pantai Anas Malik

Pendapatan Daerah Naik Rp504,53 Miliar, Pemko Padang Ajukan Perubahan APBD 2026

Padang Perkuat Perlindungan HAKI, Dorong UMKM Naik Kelas