Sungai Pemicu Banjir di Nagari Tungkar Dikeruk

Alat berat melakukan pengerukan di Sungai Batang Sandir, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, KP – Sungai Batang Sandir di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, yang sering menyebabkan banjir bandang dan jalur lahar dingin dari Gunung Marapi akhirnya dikeruk dan dinormalisasi. Proses pengerukan ini dimulai sejak Kamis lalu (9/5) dan masih berlanjut hingga beberapa hari mendatang.

Tokoh masyarakat Situjuah Limo Nagari, M. Fajar Rillah Vesky, yang baru saja terpilih sebagai calon anggota DPRD Limapuluh Kota menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin serta instansi terkait seperti BPBD, Dinas PUPR, dan TNI-Polri atas respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait banjir yang sering terjadi dan merusak infrastruktur serta lahan pertanian.

Proses normalisasi Sungai Batang Sandir ini dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V yang dipimpin PPK Saktiawan. Pengerukan dimulai setelah Bupati Safaruddin menetapkan status tanggap darurat penanganan banjir Batang Sandir pada 6-19 Mei 2024.

Sebelum penetapan status tanggap darurat, Sungai Batang Sandir telah beberapa kali mengalami banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi. Hal ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, merendam rumah warga, dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Fajar menyebut, normalisasi Sungai Batang Sandir diharapkan dapat menghindari kerugian material serta menghemat dana investasi yang sudah dialokasikan untuk proyek normalisasi Batang Agam di Payakumbuh.

“Sungai Batang Sandir merupakan hulu bagi Batang Agam di Kota Payakumbuh, sehingga normalisasi ini akan berdampak jangka panjang terhadap Sungai Batang Agam dan proyek-proyek terkait,” ulasnya. (dst)

Related posts

Gubernur Sumbar Geram, Sindir Abu Janda dengan Ungkapan Minang

DPRD Sumbar Kawal Rehabilitasi Jalan Strategis di Pasaman-Pasbar

Tangkal Degradasi Moral, Gubernur Mahyeldi Luncurkan Sistem Pendidikan Berbasis Surau