Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemerintah Kota Padang mengganti sistem kupon fisik dengan barcode dalam pembagian daging kurban Idul Adha.

PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mengganti sistem kupon fisik dengan barcode dalam pembagian daging kurban Idul Adha. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean panjang dan kupon ganda, sekaligus meningkatkan ketertiban distribusi.

Ketua Panitia Kurban Pemko Padang, Didi Aryadi, mengatakan sistem barcode kembali diterapkan setelah dinilai efektif pada uji coba sebelumnya. “Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya efektif, makanya tahun ini kita terapkan lagi untuk memudahkan peserta,” ujarnya, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebelumnya panitia kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari dugaan kupon ganda hingga penumpukan peserta saat pengambilan daging.

Di tempat yang sama Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, menambahkan kondisi tersebut bahkan sempat memicu kemacetan di kawasan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian. “Dulu pengambilan daging menumpuk di satu titik, kawasan RPH sampai macet,” katanya.

Melalui sistem baru ini, setiap peserta hanya menerima satu barcode yang tersimpan di ponsel. Saat pengambilan, barcode dipindai oleh petugas dan secara otomatis tidak dapat digunakan kembali. Setiap peserta berhak menerima 1,5 kilogram daging kurban sesuai ketentuan.

Menurut Didi, sistem ini mampu mencegah penyalahgunaan sekaligus memastikan distribusi berjalan lebih adil dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemko Padang juga tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam pembagian daging kurban. “Pembagian daging kurban tahun ini menggunakan tempat yang higienis dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap dengan penerapan barcode, pembagian daging kurban diharapkan berlangsung lebih cepat, tertib, dan transparan tanpa antrean panjang. (sdc)

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel

Padang Targetkan City of Gastronomy UNESCO 2027