PADANG, KP – Pelantikan pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia Sumatera Barat (GAPEMBI Sumbar) diarahkan untuk mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mengejar target ratusan dapur layanan gizi yang belum terpenuhi.
Wali Kota Padang Fadly Amran menilai keterlibatan pelaku usaha dalam program MBG menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor kuliner dan distribusi pangan.
“Program ini memiliki efek ganda, dari peningkatan gizi hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam pelantikan di The ZHM Premiere Hotel, Rabu (22/4/2026).
Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy mengungkapkan capaian pembangunan dapur MBG di daerah masih belum memenuhi target. Dari kebutuhan sekitar 600 dapur, baru terealisasi sekitar 390 unit.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan infrastruktur layanan gizi yang perlu dikejar melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut secara nasional program MBG telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta. Di Sumbar, tercatat sekitar 402 dapur SPPG telah beroperasi, dengan 70 unit di antaranya berada di Kota Padang.
Kehadiran GAPEMBI diharapkan dapat mempercepat pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dan standar penyediaan makanan bergizi.
Jika target terpenuhi, program ini berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis pangan terbesar di daerah, sekaligus instrumen intervensi gizi skala nasional. (red)