PASAMAN, KP – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar terus memperkuat jaringan dan koordinasi untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.
Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Sosialisasi Bahaya dan Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dengan melibatkan pemerintah kabupaten (Pemkab) siswa hingga aktivis, baru-baru ini. Kegiatan itu diikuti 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan siswa SLTA/SMK, pengurus dan anggota OSIS, guru BK non PNS, komite sekolah, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi masyarakat, Satgas PPA, aktivis PATBM, pengurus PUSPAGA, dan Forum Anak Kabupaten Pasaman.
Kepada Dinas (Kadis) DP3AP2KB Sumbar melalui kepada bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Rosmadeli mengatakan, untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak yang terus meningkat setiap tahun, perlu diperkuat koordinasi jejaring dan sinergisitas dalam satu kesatuan untuk mengoptimalkan upaya perlindungan anak.
“Dengan adanya sinergitas antar jejaring, maka upaya pencegahan serta penangan kekerasan seksual bisa berjalan seperti yang diharapkan. Sehingga, anak-anak bisa terlindungi dari hal buruk tersebut, ” katanya.
Ia juga berharap seluruh unsur terkait dan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menekan angka kekerasan yang menyasar anak-anak tersebut.
Sementara, Plt. Bupati Pasaman Sabar AS saat membuka sosialisasi itu menmyampaikan, semua pihak harus bersatu padu melindungi anak dari segala resiko kekerasan karena tak jarang pelaku kekerasan pada anak adalah orang dekat.
Dia menjelaskan, secara nasional angka kekerasan terhadap anak semakin mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan oleh hal keji ini beresiko psikologis yang berdampak panjang pada anak. Mirisnya lagi, lanjut bupati, pendidikan seksual dini masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat di negara ini. (fai)