PASAMAN, KP – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pasaman Sabar AS punya resep untuk menekan angka stunting, yaitu dengan cara menghindari pernikahan dini.
“Menikahlah ketika benar-benar sudah siap untuk itu, baik secara fisik maupun secara psikis,” kata Sabar AS, di acara pencegahan stunting dari hulu melalui PIK Remaja di SMK Harsa Panti, Kabupaten Pasaman, Sabtu (18/11).
Menurutnya, apabila seseorang menikah atau memasuki jenjang berumah tangga dalam kondisi yang sudah siap, maka dari keluarga itu akan lahir anak-anak dengan bekal nutrisi dan gizi yang cukup.
“Beda dengan anak-anak yang dilahirkan dari pasangan orangtua yang tidak siap, bukan tidak mungkin akan lahir anak-anak yang bermasalah seperti kasus gagal tumbuh (stunting),” kata mantan anggota DPRD Sumbar itu.
Oleh karena itu, Sabar AS mengharapkan para siswa untuk fokus menurut ilmu dan punya keterampilan yang cukup sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan. Ia juga meminta para siswa untuk menghindari berbagai hal negatif lainnya, seperti penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas.
“Berbagai program telah dilakukan Pemkab Pasaman agar generasi muda memiliki peluang untuk menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan yang ada. Ada program pendidikan 11 tahun gratis, beasiswa, dan lainnya,” ujarnya.
Ia mengakui, dari 14 persen target preavlensi stunting pada 2024 yang digariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kabupaten Pasaman masih tergolong cukup berat untuk pencapaiannya.
“Sebab, angka stunting terakhir di daerah ini masih cukup tinggi, yaitu 28,9 persen. Masih ada beban 14 persen lebih lagi agar target penanganan stunting bisa tercapai. Ini tidak mudah,” katanya. (nst)