Tiga Tokoh Beri Saran untuk Pembangunan Kabupaten Solok

Kegiatan Forum Silaturahmi Gerakan Bersama Membangun Kabupaten Solok, di Ruang Pertemuan Solok Nan Indah, Senin (7/7).

SOLOK, KP — Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Forum Silaturahmi Gerakan Bersama Membangun Kabupaten Solok, di Ruang Pertemuan Solok Nan Indah, Senin (7/7). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dan dihadiri Wakil Bupati Candra, Forkopimda, Sekda Medison, kepala OPD, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, bundo kanduang, serta sejumlah undangan lainnya.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu mantan Bupati Solok Gamawan Fauzi dan Syamsu Rahim, serta Ketua MUI Sumatera Barat Gusrizal Gazahar.

Kegiatan tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat agar pembangunan di Kabupaten Solok berjalan selaras, partisipatif, dan berkelanjutan.

Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai tokoh penting dalam forum tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun Kabupaten Solok yang berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan solusi bersama. Masukan dari para narasumber diharapkan mampu mendorong keselarasan langkah dan kebijakan pemerintah.

Bupati juga menyebut telah berkoordinasi dengan Kodim dan Polres dalam rangka pembinaan mental generasi muda dan penanggulangan penyakit masyarakat. Ia meminta wali nagari mendukung penuh program pemerintah daerah.

“Wali Nagari merupakan ujung tombak kita dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Syamsu Rahim menekankan pentingnya mengaktifkan kembali lembaga nagari sesuai dengan fungsi dan kewenangan aslinya agar lebih responsif terhadap persoalan masyarakat.

Sedangkan Gusrizal Gazahar mendorong nagari-nagari segera menyusun peraturan nagari anti kemaksiatan. Ia mengingatkan bahwa penanganan masalah sosial tidak cukup hanya dengan kecemasan, tetapi memerlukan tindakan nyata dari semua pihak.

“Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah atau forkopimda,” ujarnya.

Gamawan Fauzi menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh ragu dalam menentukan arah pembangunan. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai adat secara konsisten di setiap nagari.

“Nilai adat bukan sekadar pidato, tapi harus diterapkan,” katanya. Ia juga mengingatkan para ASN agar berdedikasi sebagai pelayan publik yang memudahkan urusan masyarakat.

Menutup kegiatan, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan pentingnya menindaklanjuti seluruh arahan dan paparan yang telah disampaikan oleh para tokoh.

“Saya berharap mari kita bersepakat menindaklanjuti ini semua dengan penuh keseriusan,” ujarnya. (bus)

Related posts

Dua Pohon Tumbang, Warga Padang Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Antrean Pertalite dan Biosolar Kembali Mengular di SPBU Padang

Operasional Jembatan Timbang Cuma 4 Jam, Pengawasan Truk Overload Dinilai Tumpul