UMKM Event QRIS Night, Malam Penuh Harmoni dan Inovasi di Padang Panjang

Pj. Wali Kota Padang Panjang berdialog dengan pedagang pada acara UMKM Event QRIS Night.

PADANG PANJANG, KP – Suasana Kota Padang Panjang pada Sabtu malam (11/1) tampak lebih memikat dari biasanya. Di sepanjang Jalan Imam Bonjol, deretan angkringan di depan Pasar Pusat berubah menjadi taman keramaian. Lampu temaram yang menggantung anggun berpadu dengan gemerlap warna-warni sekitar taman, menciptakan atmosfer yang mempesona. Suasana kota kecil ini terasa lebih hidup, meski suhu malam itu hanya 18 derajat Celsius.

Malam itu, grup akustik Paratik memeriahkan suasana dengan lagu-lagu populer seperti ‘Cinta dan Rahasia’ dari Yura dan Glenn Fredly serta ‘Nothing’s Gonna Change My Love for You’ dari George Benson. Alunan suara mereka menambah kehangatan di tengah keramaian aktivitas para pedagang dan pembeli.

Namun, bintang malam itu adalah UMKM Event QRIS Night, sebuah acara hasil kolaborasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) Padang Panjang dengan Bank Mandiri. Acara ini mengangkat digitalisasi UMKM dengan penerapan sistem pembayaran modern QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, tampak berbaur dengan warga yang sedang berbelanja makanan kaki lima, sekaligus mempraktikkan transaksi menggunakan QRIS.

“Dengan QRIS, transaksi lebih cepat dan praktis. Tidak perlu repot membawa uang tunai atau menghitung kembalian. Ini adalah langkah nyata menuju modernisasi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain Wako Sonny, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0307/TD Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Ketua Pengadilan Negeri Agung Wicaksono, serta Pj Sekda Winarno, turut serta bertransaksi digital dan menikmati jajanan kaki lima.

Acara semakin meriah dengan kehadiran pejabat yang bergantian mengambil mikrofon untuk bergabung bersama grup akustik Paratik. Lagu-lagu seperti ‘Pergi Pagi Pulang Pagi’ dari Armada dan lagu Batak ‘Marduo Holong’ mengalun merdu, dinyanyikan penuh semangat oleh pejabat bersama para warga sambil menikmati berbagai kudapan khas Padang Panjang.

“Ini suasana yang luar biasa. Musik, makanan, dan kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan berdampingan,” ujar Wako Sonny yang turut menyanyikan sebuah lagu bersama pejabat lainnya.

Kepala Disperdakop UKM Padang Panjang, Jevie C. Eka Putra menyatakan, QRIS bukan hanya solusi pembayaran, tetapi juga cara untuk meningkatkan efisiensi dan inklusivitas ekonomi.

“Kami berharap pedagang, besar atau kecil, dapat merasakan manfaat teknologi ini,” ujarnya.

Dukungan terhadap sistem pembayaran digital QRIS juga datang dari para pedagang. Pemilik salah satu lapak makanan, Suci Ramadani, merasa sistem ini sangat membantu.

“Pembeli tidak perlu repot membawa uang tunai. Cukup scan dan langsung bayar. Selain lebih aman, saya juga tidak perlu repot mencari uang kembalian,” ujar Suci.

Ia menambahkan, pembayaran digital memudahkan pencatatan pendapatan harian.

“Rasanya lebih praktis dan modern. Usaha saya juga jadi lebih dipercaya pelanggan,” lanjutnya. (mas)

Related posts

Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram ke Keluarga Rentan

Wabup Pasaman Tegaskan Wali Nagari Wajib Disiplin Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Komisi V DPRD Sumbar Desak Percepatan Pembenahan Main Stadion