PAYAKUMBUH, KP — Dua video yang memperlihatkan dugaan hubungan sesama jenis antara dua remaja pria viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Diduga, keduanya merupakan warga Kota Payakumbuh.
Video berdurasi 8 dan 37 detik tersebut menunjukkan dua remaja laki-laki berada di dalam kamar dan melakukan aktivitas asusila. Video itu telah menyebar luas, bahkan disebut-sebut sampai ke perantauan seperti Riau dan Batam.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, Hannan Putra, meminta pemerintah kota segera bertindak.
“Kalau memang mereka warga Payakumbuh, artinya itu anak kemenakan kita. Maka ini jadi PR serius semua pihak, bukan hanya keluarga, tapi pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (5/7).
MUI, katanya, telah pernah mengusulkan kepada pemko agar ada pertemuan terbatas untuk menangani dan merehabilitasi korban penyimpangan seksual, khususnya LGBT.
“Pekat seperti ini harus diberantas agar tidak berkembang. Kita minta pemko lebih serius, dan kami dari MUI siap mendukung dari sisi syariat,” tambahnya.
Pihaknya juga mendesak agar Pemko Payakumbuh segera merumuskan langkah strategis dan preventif dalam membendung penyimpangan sosial di kalangan generasi muda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemko Payakumbuh terkait identitas pelaku dalam video tersebut. (dst)