LIMAPULUH KOTA, KP – Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyerahkan bantuan rehabilitasi senilai Rp25 juta kepada Masjid Tazkir Bela Negara, di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (3/3). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1446 HP emprov Sumbar.
Masjid Tazkir Bela Negara memiliki nilai sejarah yang istimewa karena pernah disinggahi oleh Syafruddin Prawiranegara, tokoh nasional yang memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Kakek Vasko, Abdul Majid, pernah menjadi ajudan Syafruddin Prawiranegara.
“Hari ini saya hadir di tengah para pengurus masjid yang luar biasa semangatnya. Nama masjid ini Tazkir, artinya kenangan. Inyiak (kakek) saya merupakan ajudan Syafruddin Prawiranegara. Ini menjadi kenangan yang sangat berarti bagi saya,” katanya penuh haru.
Vasko berharap masjid ini dapat segera selesai direnovasi dan bermanfaat bagi jamaah.
“Saya berharap masjid ini terus menjadi kenangan bagi kita semua. Ini adalah titik pertama saya dalam agenda Safari Ramadan 1446 H. Saya merasakan aura kebersamaan di sini dan berharap masjid ini segera rampung, rapi, serta dapat digunakan oleh jemaah,” katanya.
Pengurus masjid menjelaskan bahwa nama ‘Tazkir’ yang berarti ‘kenangan’ diberikan langsung oleh Syafruddin Prawiranegara.
“Beliau selalu salat subuh di sini, itulah kenangannya. Di Indonesia, masjid dengan nama ini sangat unik,” jelas pengurus masjid.
Syafruddin Prawiranegara lahir pada 28 Februari 1911 dan wafat pada 15 Februari 1989. Ia dikenal sebagai negarawan dan ekonom Indonesia, pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pertama pada era Demokrasi Liberal di pemerintahan Soekarno-Hatta.
Meskipun lahir di Banten dengan darah Minangkabau-Sunda, Syafruddin memiliki keterkaitan erat dengan Sumbar. Ia menikah dengan Tengku Halimah Syehabuddin, keturunan Raja Pagaruyung, pada 31 Januari 1941, dan dikaruniai delapan anak, salah satunya Farid Prawiranegara.
Pada tahun 1948, ia ditugaskan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta ke Bukittinggi. Selama masa PDRI, keluarganya menetap di Yogyakarta di bawah perlindungan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pada era PRRI, keluarganya turut bergerilya bersamanya di Sumbar.
Kunjungan Safari Ramadan Wagub Vasko turut dihadiri camat, wali nagari, anggota DPRD, dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi masjid bersejarah ini agar dapat berfungsi optimal sebagai tempat ibadah sekaligus pengingat sejarah perjuangan bangsa. (fai)