SAWAHLUNTO, KP — Turnamen Sepak Bola Wali Kota Sawahlunto Cup I resmi digelar sebagai ajang kompetisi olahraga sekaligus sarana menjaring bibit atlet sepak bola serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor UMKM.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putramengatakan, turnamen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pembinaan olahraga sejak dini di tingkat desa dan kelurahan.
“Kompetisi ini kita jadikan jalur seleksi untuk memantau langsung potensi pemain muda lokal. Dari sini kita harapkan lahir atlet-atlet sepak bola berbakat untuk dibina lebih lanjut,” ujar Riyanda, Selasa (24/6).
Selain aspek olahraga, ia menyebut kehadiran turnamen ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
“Kehadiran suporter dan penonton setiap pertandingan meningkatkan omzet pedagang makanan dan minuman. Turnamen ini bukan hanya hidup, tapi juga menghidupi,” katanya.
Wako Royanda memastikan turnamen ini akan masuk dalam kalender tahunan sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga dan strategi pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan Ombilin ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai desa dan kelurahan. Tim-tim peserta dibagi ke dalam empat grup, antara lain Bina Remaja FC, Kubang FC, Salak FC, Titipan FC, Sijantang FC, Macan Bara, Persetago FC, Kamtel FC, Pormas FC, Maltara FC, PS TAL, Talawi Putra FC, Gempar FC, Perseko, PS Lunto, dan PSKS.
Pembukaan turnamen bertepatan dengan pelantikan pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Sawahlunto masa bakti 2025–2029 yang kini diketuai anggota DPRD Ronny Eka Putra. (ant)