Wako Yota Balad Sorot ‘Penyakit Mental’ ASN

Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Ketua TP PKK Yosneli Balad dan Ketua GOW Dina Mulyadi, berfoto bersama pada acara pembukaan Senam Bersama dan Edukasi Germas, di Galeri Dekranasda Pantai Muaro Pariaman, Jumat (4/7).

PARIAMAN, KP – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyinggung ‘penyakit mental’ di kalangan PNS, CPNS, dan PPPK yang kurang peduli terhadap program pemerintah. Hal itu disampaikan saat membuka acara Senam Bersama dan Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Galeri Dekranasda Pantai Muaro Pariaman, Jumat (4/7). Acara ini sekaligus memeriahkan Pesona Hoyak Tabuik 2025 dalam rangka Bulan Muharram 1447 H.

Wako Yota Balad didampingi Ketua TP PKK Yosneli Balad dan Ketua GOW Dina Mulyadi menegaskan, ASN harus aktif menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat, bukan hanya hadir dalam acara seremonial.

“PNS, CPNS, dan PPPK harus peka terhadap kebutuhan masyarakat dan menghilangkan sikap acuh tak acuh. Ini tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Pariaman ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas, baik penyakit menular maupun tidak menular.

Kegiatan diawali dengan senam bersama, makan buah, dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan STIKES Pariaman. Selain itu, bazar UMKM yang diisi Kelompok Wanita Tani (KWT) turut memeriahkan acara.

Wako Yota Balad juga memeriksa langsung layanan kesehatan dan stand bazar, seraya mengimbau ASN untuk mendukung setiap kegiatan pemerintah dengan penuh tanggung jawab.

“Mulai sekarang, semua harus bergerak sesuai instruksi untuk kemajuan Pariaman,” ujar mantan Sekda ini.

Hadir dalam acara ini Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Direktur RS dan klinik swasta, serta kelompok senam se-Kota Pariaman. (wrm)

Related posts

Dua Pohon Tumbang, Warga Padang Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Antrean Pertalite dan Biosolar Kembali Mengular di SPBU Padang

Operasional Jembatan Timbang Cuma 4 Jam, Pengawasan Truk Overload Dinilai Tumpul