Warga Resah, Pencurian Ternak Marak di Wilkum Polres Payakumbuh

Seekor sapi milik warga bernama Sofian di Jorong Pakan Rabaa hilang secara tiba-tiba dari kandangnya.

PAYAKUMBUH, KP — Warga Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya di wilayah Kenagarian Batu Payuang, dibuat resah oleh maraknya aksi pencurian ternak dalam beberapa minggu terakhir. Sejumlah kasus kehilangan dilaporkan terjadi di tiga jorong berbeda.

“Sedikitnya enam ekor ternak warga dilaporkan hilang secara misterius. Peristiwa ini menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari beternak,” ungkap perangkat Nagari Batu Payuang, Hari Firmasyah, kepada wartawan, Minggu (15/6).

Salah satu kasus paling menggemparkan terjadi di Jorong Pakan Rabaa, saat seekor sapi milik warga bernama Sofian hilang secara tiba-tiba dari kandangnya.

“Seperti biasa, pagi-pagi saya mau beri makan ternak. Tapi waktu sampai di kandang, pintunya sudah terbuka dan sapi saya tidak ada. Padahal malam sebelumnya saya pastikan terkunci,” ujar Sofian.

Bersama keluarga, Sofian kemudian menyisir sejumlah lokasi. Di sekitar menara telekomunikasi yang tidak jauh dari Kantor Polsek Luhak, ia menemukan isi perut sapi beserta bercak darah, yang mengindikasikan sapi tersebut disembelih di lokasi itu.

“Ada tumpukan isi perut, bercak darah, dan tali pengikat. Saya yakin itu milik sapi saya,” tambahnya.

Sofian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Luhak. Aparat kepolisian kemudian turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan.

Hari Firmasyah membenarkan bahwa kehilangan ternak terjadi hampir bersamaan di tiga jorong: Pakan Rabaa, Kapalo Bukik, dan Seberang Aia. Data yang dihimpun menunjukkan empat ekor kambing hilang dari Jorong Seberang Aia, satu sapi dari Jorong Pakan Rabaa, dan satu kerbau dari Jorong Kapalo Bukik. “Kejadian seperti ini sudah berulang. Bahkan ada kasus pencurian yang gagal karena pelaku dipergoki warga, tapi belum pernah ada yang tertangkap,” katanya.

Akibat kejadian beruntun ini, warga mulai mengubah pola pemeliharaan ternak. Kandang yang sebelumnya diletakkan agak jauh dari rumah, kini dipindahkan lebih dekat ke pemukiman agar mudah diawasi. “Sekarang banyak warga yang takut kalau kandangnya jauh dari rumah. Mereka memilih lokasi yang lebih dekat agar bisa dipantau langsung,” jelas Hari.

Selain itu, sejumlah warga mulai melakukan ronda pribadi di malam hari untuk memantau lokasi-lokasi yang dianggap rawan pencurian. (dst)

Related posts

500 Personel Uji Kesiapsiagaan Bencana dalam Latihan Gabungan di Padang

Pemko Padang Siapkan Pembinaan Berjenjang Lahirkan Kafilah Mandiri

PLN Tinjau Listrik Desa di Kuranji, Pastikan Pemerataan Akses