Dari Buruh Bangunan hingga Ketua DPRD Sumbar, Muhidi Motivasi Siswa SMA 15 Padang Berani Bermimpi

by Faiz Ul Haq
A+A-
Reset

PADANG, KP — Pernah bekerja di pabrik karet hingga menjadi buruh bangunan demi membiayai sekolah, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi membagikan kisah perjuangan hidupnya kepada siswa SMA Negeri 15 Padang

dalam kegiatan Career Day, Kamis (22/10). Muhidi mengingatkan, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah mengejar cita-cita.

Kisah itu menarik perhatian para siswa. Mereka tidak hanya menyimak perjalanan Muhidi dari pekerja kasar hingga menduduki jabatan Ketua DPRD Sumbar, tetapi juga aktif bertanya tentang cara mempertahankan semangat saat menghadapi kesulitan, langkah yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita, hingga tantangan memimpin lembaga legislatif di tingkat provinsi.

Dialog tersebut membuat Career Day tidak sekadar menjadi ajang pengenalan profesi. Para siswa mendapat kesempatan menggali langsung pengalaman seseorang yang melewati berbagai tahapan kehidupan sebelum mencapai posisi saat ini.

Muhidi mengisahkan, saat masih sekolah, ia pernah bekerja di pabrik karet Teluk Luas selama dua tahun untuk membantu membiayai pendidikannya. Sepulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB, ia harus kembali bekerja pukul 14.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Ia baru sampai di rumah sekitar tengah malam, sehingga waktu untuk beristirahat dan belajar sangat terbatas.

Menyadari kondisi itu mengganggu proses belajarnya, Muhidi mengambil keputusan untuk berhenti bekerja di pabrik. Ia kemudian beralih menjadi buruh bangunan, mengangkat material dan mengerjakan pekerjaan kasar demi tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Walaupun sulit untuk belajar, saya tetap serius. Saya berpikir masa depan itu harus dipersiapkan sejak kecil. Salah satu caranya adalah dengan belajar,” tuturnya.

Keputusan untuk tetap mengutamakan pendidikan menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah menamatkan SMA, Muhidi melanjutkan kuliah di IKIP, yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Padang (UNP).

Ia kemudian mengabdikan diri sebagai pendidik, mengajar di MTsN selama lima tahun, menjadi guru SMA selama 12 tahun, dan berkarier sebagai dosen selama 12 tahun. Di tengah kesibukannya mengajar, ia juga melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister.

Dari dunia pendidikan, Muhidi melangkah ke dunia politik. Pada 1999, ia mengikuti pemilihan umum dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Padang. Ia menjalani tiga periode atau 15 tahun pengabdian di lembaga legislatif tersebut sebelum melanjutkan kiprahnya di DPRD Sumbar hingga dipercaya menjadi ketua.

Perjalanan itulah yang menjadi konteks penting dalam sesi tanya jawab bersama para siswa. Pertanyaan mengenai tantangan menjadi Ketua DPRD memperlihatkan bahwa para pelajar tidak hanya tertarik pada pencapaian sebuah jabatan, tetapi juga ingin mengetahui proses dan tanggung jawab di baliknya.

Melalui pertemuan tersebut, Muhidi mengajak para siswa agar tidak mengukur masa depan dari kondisi mereka hari ini. Keterbatasan ekonomi, menurut pesan yang disampaikannya melalui kisah hidup, tidak boleh mematikan semangat untuk belajar dan berkembang.

Career Day SMA Negeri 15 Padang pun menjadi ruang bagi siswa untuk melihat bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berlangsung mulus. Ada keputusan sulit, pengorbanan, dan proses panjang yang harus dijalani. Yang terpenting, kesempatan belajar harus dimanfaatkan dan perjuangan tidak boleh berhenti hanya karena keadaan belum mendukung.

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0